JURNALSUKABUMI.COM – Light Festival atau Festival Cahaya yang berada di Stadion Suryakencana Kota Sukabumi, menyajikan spot foto menarik, dengan gemerlap cahaya dan air mancur yang menjadi daya pikat untuk masyarakat berkunjung ke lokasi tersebut.
Gelaran Light Festival itu telah dibuka pada 24 Juni lalu, yang akan berlangsung selama sebulan sampai 24 Juli mendatang. Di sana terdapat sejumlah objek wisata dengan cahaya dari lampu LED. Diantaranya, air mancur menari (dancing fountain) yang jadi objek utama, garden light, light forest, lorong cahaya, jurassic park light, dan sea world light.
Cahaya lampu yang dipancarkan semua spot wisata di sana menggunakan cahaya lampu dari LED dengan warna yang bervariasi, seperti merah, kuning, hijau, dan biru. Yang meningkatkan daya tarik untuk berswafoto para pengunjung.
Salah satu staf di wisata Festival Light, Kaliana (21) mengatakan, gelaran acara tersebut menyajikan pilihan wisata yang berbeda untuk masyarakat Kota Sukabumi.
“Kebetulan di Kota Sukabumi ini responnya sangat baik, jadi harapannya bisa menjadi pariwisata yang berbeda. Ada juga ada UMKM lokal yang bisa terbantu disini,” kata Kaliana.
Menurutnya, pengunjung yang tertarik pada festival tersebut tidak hanya dari warga Sukabumi saja, namun juga luar kota. Setiap harinya rata-rata jumlah pengunjung bisa mencapai 100 orang. Terutama saat akhir pekan atau weekend bisa mencapai 300 tiket terjual.
Meskipun diakui Kaliana, awal festival dibuka sempat sepi pengunjung karena cuaca hujan. Sebagai informasi, ikon utama air mancur pada festival itu berlangsung dalam empat kali.
“Karena kalau hujan di sini agak becek ya. Abis itu jadi sepi juga, apalagi outdoor. Dalam semalam kita show air mancur ada empat kali di waktu 18.30 WIB, di selang satu jam sampai terakhir 21.30 WIB. Setiap waktu shownya itu ada 15 menit dengan tiga lagu, dan ketinggian air 25 meter,” jelas dia.
Salah satu pengunjung, Bohim Gunawan (57) mengungkapkan, dirinya sangat senang dengan adanya wisata tersebut. Perjalanan selama dua jam dari Jampangtengah dirasakan menyenangkan, setelah sampai di light festival.
“Sama anak-anak dua orang, cucu tiga orang dan menantu satu orang. Alhamdulillah menarik bisa ada inovasi-inovasi baru di wilayah Kota Sukabumi. Habis samenan, belum kemana-mana masih melihat-lihat dulu sambil foto-foto,” ucap Bohim.
Kendati demikian, menurut Bohim sebagian orang akan merasa jenuh jika hanya memandang lampu saja. Khususnya untuk anak-anak. “Mungkin harus ada game-game untuk anak-anak. Area permainan jadi nggak jenuh pandang lampu,” tandasnya.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Usep Mulyana












