JURNALSUKABUMI.COM – Perwakilan Kementrian Sosial (Kemensos) RI mendatangi kediaman RK (36) Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi yang diduga menjadi korban penganiayaan di Qatar, Timur Tengah.
RK (36) yang sudah bekerja menjadi TKW sejak November 2021 lalu itu mendapatkan perlakuan tidak elok dari majikannya. Ia mengalami siksaan, tangannya disetrika.
Kabar tersebut sontak mendapatkan respon dari Kementrian Sosial Republik Indonesia. Sehingga Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menunjuk perwakilan mendatangi kediaman keluarga sekaligus memastikan kabar itu kepada orangtua RK (36), yakni Lilis Mardiani (51).
“Kami diberikan perintah langsung dari ibu menteri sosial untuk sesegera mungkin melakukan asesmen kepada keluarga korban. Kami merespon soal adanya seorang warga Sukabumi yang berada di Qatar menjadi tenaga kerja wanita yang mengalami kekerasan bahkan ancaman dan mendapatkan perlakuan tidak semestinya, tidak manusiawi,” kata Cup Santo Kepala Sentra Phalamartha Kemensos RI Sukabumi, Jumat (1/7/2022).
Cup Santo yang didampingi Umar Khaerudin Pekerja Sosial Madya, Kemensos RI, bakal melaporkan hal tersebut terhadap instansi terkait sekaligus menjadikan bahan untuk memulangkan RK (36) yang masih berada di Qatar, Timur Tengah.
“Keterangan pihak keluarga, kami mendapat informasi baru untuk kemudian akan kita laporkan sebagai bahan koordinasi dengan beberapa instansi terkait untuk berupaya sesegera mungkin RK ini dikembalikan ke keluarganya,” tuturnya.
Tidak hanya itu, pihak Kemensos juga memberikan sejumlah bantuan terhadap keluarga RK.
“Ternyata mereka ini setiap tahunnya ngontrak rumah, ibunya tadi cerita untuk kebutuhan sehari-hari sudah banyak hutang ke warung itu kami bantu. Kemudian kami juga memberikan bantuan dasar untuk kehidupan sehari-hari. Tadi saya arahkan putrinya bu Lilis untuk belanja langsung ke pasar membeli kebutuhan mereka selama satu bulan dua bulan,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor












