JURNALSUKABUMI.COM – Sempat tertunda dua tahun karena pandemi Covid-19, akhirnya tahun ini, jamaah haji Kabupaten Sukabumi, bisa menunaikan ibadah rukun Islam ke lima.
“Tahun ini jemaah calon haji bisa berangkat kembali untuk rukun Islam yang ke lima. Hal itu setelah dua tahun tertunda akibat pandemi covid 19,”kata sekda usai pelepasan kloter terakhir di Pusbangdai, Kecamatan Cikembar, Sabtu (25/6/22). Jumlah calon haji kloter terakhir itu sebanyak 315 orang.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 719 calon jemaah haji asal Kabupaten Sukabumi yang berangkat ke tanah suci di 2022. Mereka terbagi ke dalam dua kloter. Sebanyak 404 orang yang tergabung di kloter 12 telah berangkat ke tanah suci pada 11 Juni 2022.
Sekda menekankan, untuk selalu menjaga kesehatan kepada seluruh jemaah calon haji. Termasuk mengajak semua untuk saling mendoakan agar jemaah calon haji yang berangkat senantiasa di dalam bimbingan dan petunjuk Allah SWT. Sehingga, berhasil menjadi haji yang mabrur.
“Mari menjadikan diri sebagai muslim/muslimah yang jauh lebih baik,” ucapnya
Dalam kesempatan tersebut, Sekda berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Khususnya, yang mempersiapkan segala hal hingga masyarakat Kabupaten Sukabumi bisa berangkat ke tanah suci
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi H. Hasen mengatakan, 315 jemaah calon haji asal Sukabumi yang tergabung dalam kloter 31 terdiri dari 141 laki-laki dan 174 perempuan.
“Jemaah yang berangkat masih didominasi kaum perempuan. Selain itu, yang berangkat kali ini didominasi perempuan yang merupakan ibu rumah tangga, ” bebernya.
Keberangkatan jemaah haji tersebut didampingi oleh tenaga kesehatan
“Ada pedamping dari petugas kesehatan. Seperti dokter dan perawat,” jelasnya.
Dia berharap, keberangkatan kloter terakhir di Kabupaten Sukabumi ini berjalan lancar. Hal itu seperti yang telah dilalui oleh jemaah calon haji kloter 12 , beberapa waktu lalu.
“Jemaah untuk kloter ke 12 dalam keadaan sehat. Semoga yang berangkat sekarang pun bisa lancar dan sehat selalu,” pungkasnya.
Redaktur: Usep Mulyana












