JURNALSUKABUMI.COM – PT Semen Jawa memastikan beredarnya kabar ratusan warga di RT. 04 Kampung Pangleseran, Desa Sinaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi yang mengeluhkan gatal-gatal itu bukan dari limbah perushaan.
Presiden Direktur PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, Somchai Dumrongsil menjelaskan, PT Semen Jawa telah melakukan pengujian laboratorium di area mata air tersebut dengan hasil yang menyatakan bahwa parameter yang melebihi baku mutu (pH, warna, dan detergent) bukan disebabkan oleh limbah produksi PT Semen Jawa.
“Jadi terkait informasi 85 KK warga di RT 04 Kampung Pangleseran yang diduga mengalami gatal-gatal akibat pencemaran limbah pabrik pada sarana MCK di wilayah tersebut itu tidak dibenarkan,” tegasnya dalam keterangan yang diterima jurnalsukabumi.com, Kamis (02/06/2022).
Di sisi lain, perusahaan hingga saat ini belum menerima laporan langsung dari pemerintah desa maupun tokoh masyarakat setempat mengenai keluhan tersebut. Kendati demikian, PT Semen Jawa senantiasa berkomitmen dalam menjalankan kegiatan produksi yang meminimalisir risiko lingkungan.
“Ya, salah satunya dengan tidak menghasilkan air limbah dari kegiatan produksi berkat penerapan sistem drying process. Air limbah domestik yang berasal dari toilet akan diolah terlebih dahulu pada unit STP (Sewage Treatment Plant), kemudian dialirkan ke 30.000 kolam penampungan untuk dikelola kembali menjadi air yang siap digunakan,” terang Somchai.
Fakta lainnya, kata dia, sistem pengelolaan air di PT Semen Jawa termasuk sistem close loop, di mana tidak ada air yang dibuang ke badan air.
“Bahkan, secara historis, pada tanggal 27 Maret 2019 lalu, kami pernah menerima laporan serupa dan langsung ditindaklanjuti. Hasil pemeriksaan Rumah Sakit R. Syamsudin, SH, menyatakan bahwa keluhan tersebut bukan disebabkan oleh paparan bahan kimia,” jelasnya.
Masih kata dia, hal ini turut diperkuat dengan putusan pengadilan. Namun, PT Semen Jawa secara kooperatif bersedia untuk melakukan analisa kembali mengenai penyakit gatal-gatal yang diderita oleh warga apabila diperlukan.
“Perusahaan memiliki komitmen untuk memperhatikan keberlangsungan masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasi. Terbukti, di tahun 2022 ini, PT Semen Jawa akan menggelontorkan 81 program CSR untuk warga setempat. Penyusunan program tersebut juga melibatkan masyarakat dan pemerintah desa, serta berkolaborasi dengan dinas terkait dalam melakukan monitoring dan pembinaan berkelanjutan,” tutup Somchai.
Redaktur: Mohammad Noor












