JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, melalui Pusat Layanan Masyarakat (Puskesmas) Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, terus menggeber serangkaian deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM).
Kepala Puskesmas Sekarwangi, dr Dini Desti Susanti mengatakan, acara tersebut merupakan serangkaian kegiatan dalam rangka Gerakan Bulan Deteksi Dini PTM dimulai sejak 13 Mei sampai 18 Juni 2022 dan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
“Gebyar deteksi dini PTM kita laksanakan hingga 18 Juni 2022. Baik di lingkungan puskesmas maupun menyisir langsung ke masyarakat,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (01/06/2022).
Ia menjelaskan, PTM dapat dicegah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) serta rajin memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Lebih jauh Dini menjelaskan, ada enam jenis PTM yang berisiko tinggi hingga menyebabkan kematian yaitu, Penyakit kardiovaskular, Diabetes, Kanker, Gangguan pernapasan kronis, Penyakit ginjal dan Gangguan mental.
“Saya berharap agar pelaksanaan kegiatan pada bulan deteksi dini penyakit tidak menular ini menjadi langkah penting dalam mengenali tanda dan gejala PTM,” kata Dini.
Sebelumnya, kata dia, Puskesmas Sekarwangi juga rutin melaksanakan dua pemeriksaan PTM, Iva test atau Inspeksi Visual Asam Acetat dan Pemeriksaan payudara sendiri (Sadari). Iva test sendiri adalah pemeriksaan leher Rahim (serviks) dengan cara melihat langsung bisa dengan hanya mata telanjang.
“Pemeriksaan ini merupakan cara sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin. Laporan hasil konsultasi WHO menyebutkan bahwa IVA dapat mendeteksi lesi tingkat pra kanker dengan sensitifitas sekitar 66-69 % dan spesifitas sekitar 64-98 %,” jelas Dini.
Masih kata dia, deteksi dini PTM kedua yaitu sedari dan dilakukan dengan meraba serta melihat payudara sendiri guna melihat kemungkinan adanya perubahan fisik pada payudara.
“Proses tersebut dilakukan agar semua perubahan yang mengarah pada kondisi yang lebih serius dapat segera terdeteksi sejak dini,” tutup Dini.
Redaktur: Ujang Herlan












