JURNALSUKABUMI.COM – Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, menyambangi pelajar SMA yang menjadi korban pembacokan pengendara tidak dikenal. Kang Fahmi datang ke lokasi korban dirawat, di RS Al Mulk Lembursitu, Kota Sukabumi, Selasa (31/5/2022).
Pada kesempatan itu, Fahmi berbincang dengan orang tua korban dari dua pelajar yang sedang dalam perawatan pasca operasi. Ia juga menyampaikan permohonan maaf, dan turut prihatin terhadap musibah yang menimpa putra mereka.
“Kami dari pemerintah kota turut prihatin atas musibah ini, insyaallah pihak kami komitmen menanggulangi tindakan kriminalitas yang terjadi belakangan ini. Doakan saja, harapannya pihak kepolisian bisa menangkap pelaku dalam waktu 3×24,” tutur Fahmi.
Fahmi menuturkan, kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah juga aparat kedepannya.
“Tentunya ini menjadi keprihatinan kita bersama, kami pemerintah daerah aparat keamanan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menekan angka kriminalitas yang terjadi. Dan kalau kita lihat di beberapa daerah juga agak meningkat intensitasnya,” ujarnya
Ia pun menyampaikan, deklarasi tolak keberadaan geng motor pada beberapa waktu lalu akan dikaji ulang. Hal itu menurutnya, melihat dari beberapa kasus kriminalitas yang dilakukan pengendara motor dengan membawa senjata tajam, pada kurun waktu terakhir.
“Kita juga sedang analisa, apakah ini menjadikan ada orang-orang yang tertantang dengan adanya deklarasi kemarin. Tapi kita juga menyambut baik apa yang disampaikan Kapolres Sukabumi Kota, bahkan beliau juga sampaikan siap tembak di tempat,” jelasnya.
Adapun terkait biaya pengobatan yang harus dijalani pelajar korban bacok itu, Fahmi memastikan keluarga korban agar lebih fokus pada kesembuhan putranya saja. Karena pembiayaan pengobatan, akan ditanggung pemerintah kota.
“Terkait pembiayaan, kami dari pemerintah daerah yang akan memberikan dukungan penuh untuk pengobatan dan sebagainya. Artinya tidak ada biaya yang dibebankan kepada pihak keluarga,” ucapnya.
Ia pun menghimbau, kepada pihak sekolah juga para siswa agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Melalui edukasi, juga kepada siswa agar sepulangnya dari tempat belajar untuk langsung kembali ke rumah.
“Para siswa diharapkan sepulang sekolah langsung pulang ke rumah tidak melakukan aktivitas lain-lain lagi, juga pihak sekolah semakin mengedukasi agar kewaspadaan terus ditingkatkan,” tandasnya.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mohammad Noor












