JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi menggelar kegiatan Aksi Remaja Cegah Stunting, di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Senin (30/5/2022).
Gelaran aksi tersebut turut dimeriahkan oleh ratusan pelajar SMP dan SMA. Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, mengapresiasi antusiasme para pelajar untuk mengikuti gerakan ini.
Fahmi mengatakan, keterlibatan peserta yang cukup banyak pada kegiatan tersebut didukung situasi pandemi yang sudah landai. Meski demikian, ia pun tetap menekankan agar tetap menjaga protokol kesehatan.
“Acara ini kali pertama melibatkan peserta dengan jumlah cukup banyak karena pandemi sudah melandai, namun menandakan pandemi belum selesai minimal penggunaan masker masih,” ujarnya.
Menurutnya, isu stunting masih mendapat perhatian lebih. Data dan fakta menunjukkan angka stunting masih cukup tinggi di Indonesia.
“Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak, karena kekurangan gizi kronis yang jadi isu utama. Itulah sebabnya pemerintah berkolaborasi bersama baik dengan Pemda, TNI, dan Polri termasuk swasta dan media bersama-ama menekan angka stunting,” tutur Fahmi.
Fahmi menerangkan, angka cakupan kasus stunting yang ditargetkan turun, sekitar 14 persen oleh pemerintah pusat. Sementara untuk Jawa Barat sendiri, targetnya adalah bisa mencapai zero stunting pada 2024 mendatang.
Lanjut dia, melalui gerakan bersama remaja dan ratusan pelajar ini diharapkan dapat menjadi wadah himbauan bersama dalam memutus mata rantai penyebaran Stunting.
“Dalam surat edaran penanganan stunting melibatkan pelajar baik SMP dan SMA, dalam memutuskan mata rantai penyebaran Stunting. Misalnya dengan gerakan minum tablet tambah darah. Rencananya gerakan ini dilakukan di 140 sekolah untuk remaja putri usia 12 sampai 18 tahun. Di mana konsumsi tablet tambah darah setiap hari Senin,” jelasnya.
Lebih lanjut Fahmi menuturkan, himbauan kepada anak remaja putri untuk mengkonsumsi tablet tambah darah. Sehingga warga Kota Sukabumi semakin sehat. Menurutnya, karena kedepannya remaja akan berperan aktif, dalam turut andil mengurangi terjadinya kasus stunting di Indonesia.
Selain itu pada momen ini juga diluncurkan posyandu remaja. Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan kota Sukabumi Wita Darmawanti menuturkan, gelaran acara tersebut merupakan bagian dari upaya pihaknya dalam percepatan penurunan stunting. Diantaranya dengan cara melakukan gerakan remaja sehat, bertajuk Remaja Kota Sukabumi Siap Cegah Stunting.
“Acara ini diisi dengan kegiatannya minum tablet tambah darah Rematri, secara serentak dan komitmen bersama hari minum tablet tambah darah rematri, dan launching posyandu remaja,” jelas Wita.
Selain Gelaran aksi cegah stunting bersama remaja dan ratusan pelajar itu, pada momen tersebut sekaligus dirangkaikan dengan Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun 2022 Tingkat Kota Sukabumi, yang diperingati setiap tanggal 31 Mei.
Turut hadir Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Ketua DPRD Kota Sukabumi Kamal Suherman, Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf Dedy Arianto, Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin, Ketua Pengadilan Negeri Kota Sukabumi, Ketua Pengadilan Agama, Ketua TP PKK Fitri Hayati Fahmi, dan Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mohammad Noor












