JURNALSUKABUMI.COM – Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, mengaku sejumlah ruas jalan berstatus kabupaten masih dengan kondisi rusak. Bahkan, upaya pemerintah daerah dalam menangani keluhan itu pun terus dimaksimalkan. Namun, sebagian titik rencana perbaikan ini kembali ditunda.
Orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi ini menjelaskan, pengunduran tersebut salah satu faktornya adalah kenaikan di pajak dan hampir semua harga bahan baku material mengalami kenaikan.
“Mungkin masyarakat tidak tahu bagai mana proses rangakaian anggaran perbaikan jalan di Kabuapten Sukabumi yang selalu diundur. Kan semuanya harus dihitung lagi, karena kena pajak,” kata Marwan kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (24/5/22).
Saat ini sambung Marwan, semua harga material seperti, pasir, semen dan besi naik karena kena PPN. Menurutnya, kalau ini tidak dihitung ulang kasihan terhadap pihak yang mengerjakannya.
“Misalnya, pembangunan jalan harusnya 2 Kilometer (Km) ternyata dikerjakan 1,5 Km dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Karena itu tadi hitungannya tidak jelas,” jelasnya.
Tapi kalau sudah dihitung lagi, lanjut Marwan, semua diserahkan ke pihak pelaksana. “Ya, nanti kalau pihak pengerjaan tidak bisa mengerjakan sesuai dengan yang dianjurkan, kena sanksi atau Tuntutan Ganti Rugi (TGR),” tandasnya.
Reporter: Ruslan AG | Redaktur: Ujang Herlan












