JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sukabumi, menyebut Forum Infak Shodaqoh (FISh) adalah bentuk tali kasih dari nelayan aktif bagi purna dan yatim nelayan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palabuharatu, David Ibrahim, kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (14/4/22).
“FISh adalah bantuan keuangan bagi para purna nelayan dan anak yatim. Inisiatif ini dilakukan sebagai wujud kepedulian dari para nelayan yang tergabung dalam HNSI Kabupaten Sukabumi kepada para nelayan yang telah berhenti melaut dan kehilangan penghasilan. Sasaran lainnya adalah para anak yatim yang masih berstatus pelajar,” kata David.
Bantuan tersebut diberikan setiap tiga bulan sekali. Nilai bantuan yang mereka terima sebesar Rp300 ribu. Untuk triwulan pertama (Januari, Februari,.Maret) jumlah penerima bantuan sebanyak 11 orang yang terdiri dari 8 orang purna nelayan dan 3 orang anak yatim.
Jumlah dana yang terhimpun dari para pelaku usaha perikanan dan hamba Allah yang berada di TPI Palabuhanratu, berjumlah Rp 24.640.400. Organisasi tersebut berdiri 2021 yang diketuai Ujang Junaedi.
“Semoga ke depan seluruh purna nelayan dan yatim nelayan Kabupaten Sukabumi dapat ternaungi oleh lembaga FISh Nelayan ini. Setelah ini, mudah- mudahan ada peran aktif dari pelaku usaha perikanan atau pihak lain yang secara ikhlas untuk lebih kencang lagi dalam menyalurkan infak dan shodaqoh terutama dalam gerakan koin seribu bagi purna dan yatim nelayan,” ujarnya.
Untuk purna nelayan lanjut dia, akan mendapatkan tunjangan selama 10 tahun dan maksimal seumur hidup dan untuk yatim nelayan yang berusia 6 sampai 14 tahun, akan memperoleh yang melanjutkan pendidikan akan mendapatkan tunjangan pendidikan.
Perjalanan Program FISh itu kata dia, lebih dulu dikomunikasikan dengan pihak Dinas Perikanan. Tapi juga melibatkan jajaran pengurus DPC HNSI Kabupaten Sukabumi dan di internal staf TPI Palabuhanratu.
Redaktur: Usep Mulyana











