JURNALSUKABIMI.COM – Dalam upaya menekan dan meminimalisir angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI/AKB), Dinkes Kabupaten Sukabumi, memaksimalkan aplikasi A-Kohort, sebuah sistem pemantauan terintegrasi bagi ibu, bayi, dan balita yang mencakup implementasi pencatatan-el, pemantauan-el, dan pelaporan-el pelayanan KIA berbasis teknologi informasi.
Hal itu disampaikan Sub Koordinator Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Cucu Sumintardi, di Sekretariat Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Sukabumi, Rabu (6/4/22).
“Kami sampaikan pesan ini kepada seluruh bidan koordinator (Bidko) Puskesmas agar terus memaksimalkan aplikasi e-Kohort (sebuah sistem pemantauan terintegrasi bagi ibu, bayi, dan balita yang mencakup implementasi pencatatan-el, pemantauan-el, dan pelaporan-el pelayanan KIA berbasis teknologi informasi). Tak hanya itu, evaluasi pelaporan kegiatan juga menjadi satu materi dalam Desinfo KIA telah tersampIkan,” kata Cucu.
Salah satu hasil evaluasi kegiatan tahun 2021 jelasnya adalah menyangkut angka kematian ibu di Kabupaten Sukabumi 2021 yang mencapai 62 kasus. Penyebab kematian adalah pendarahan dan eklamsia, dan tertinggi disebabkan oleh Covid-19.
Cucu menegaskan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi melalui Bidko Puskesmas se-Kabupaten Sukabumi bertekad akan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Hal itu dilakukan guna menurunkan AKI/AKB.
“Kami menjalankan beberapa strategi untuk menurunkan AKI/AKB. Di antaranya memaksimalkan akses layanan, meningkatkan kualitas layanan, penguatan tata kelola, dan mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat. Kami harap ke depan, AKI/AKB semakin menurun. Bahkan harapannya bisa mencapai ‘zero’ kasus,” ujarnya.
Redaktur: Usep Mukyana












