JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, memiliki komitmen untuk tetap melakukan gerakan global yang dihelat setiap 26 Maret. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas DPKP Kabupaten Sukabumi, H. RD Uang Burhanudin, Sabtu (26/3/22).
“Tentunya, kami berkomitmen untuk melaksanakan gerakan global setiap tahunnya yakni tiap 26 Maret. Mulai dari Markas Komando Pemadam Kebakaran sampai dengan Pos Sektor DPKP yang tersebar di 11 wilayah manajemen kebakaran (WMK) Kabupaten Sukabumi,” kata dia
Aksi mematikan lampu selama 60 menit kata Uang, tentunya tidak dapat menghentikan perubahan iklim. Namun Earth Hour ujarnya, berperan sebagai suatu simbol dari keinginan yang tumbuh untuk mengambil langkah dalam mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan untuk kehidupan semua makhluk hidup di bumi.
Keikutsertaan dalam gerakan ini jelasnya, untuk mendorong segenap lapisan masyarakat untuk berpartisipasi di dalam kegiatan skala dunia ini. Karena sangat membantu dalam menyebarkan kesadaran mengenai tantangan lingkungan global yang dihadapi.
Salah satu tujuan umum dilakukannya switch off yaitu untuk menghentikan berkurangnya sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (bahan bakar fosil) yang dijadikan energi. Dari hal tersebut Earth Hour memberikan manfaat yang lebih praktis, dimana ketika Perangkat Daerah, ASN , Dunia Usaha, masyarakat dan individu kuususnya DPKP.
Melakukan aksi switch off ujarnya, terdapat pengecualian yakni jaringan internet, fasilitas pengaduan masyarakat terkait kejadian kebakaran dan kejadian evakuasi penyelamatan.
Sementara itu Sekretaris Dinas DPKP, Ridwan menuturkan, Earth Hour, tidak hanya membantu alam, tetapi juga menghemat energi dan biaya rumah tangga masyarakat. Aksi Eatth Hour 2022, merupakan instruksi dari Surat Edaran Bupati Sukabumi, Nomor: 671/2314-DLH/2022
“Gerakan Global Switch Off Earth Hour 2022, dimaksudkan untuk mengajak masyarakat yang berpartisipasi untuk tidak hanya melakukan gerakan hijau mematikan lampu selama satu jam setahun sekali. Tetapi melakukan aksi yang lebih untuk menghemat energi listrik seperti mematikan atau mencabut koneksi listrik yang sudah tidak terpakai, dan menggunakan lampu serta mesin yang lebih hemat energi,” ungkap Ridwan.
Selain dalam konservasi energi listrik, aksi beyond the hour juga memiliki arti untuk melakukan aksi iklim dalam gaya hidup hijau lainnya, tambahnya.
Redaktur: Usep Mulyana












