Saluran Air Terganggu Poktan Desa Bojong Audensi dengan Pihak Kontraktor

Selasa, 22 Maret 2022 - 22:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Saluran air terganggu karena adanya pembangunan tembok penahan limpahan air sungai Babadak. Lokasinya di kampung Sungapan, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kelompok Tani (Poktan) Desa Bojong lakukan audensi dengan pihak kontraktor. Selasa (22/3/22).

Kegiatan tersebut di pusatkan di aula desa setempat dengan dihadiri pemerintah desa, para petani, dan pihak dari kontraktor pembangunan.

Ketua Kelompok Tani Desa Bojong, Feri Kurniawan mengatakan, audensi ini dilakukan lantaran adanya dampak terhadap warga yang ditimbulkan dari pembangunan tersebut.

“Jika tidak diantisipasi dari sekarang, ditakutkan kurang lebih sekitar 250 hektare alami gagal tanam. Kondisi saat ini sawah baru dalam masa tanam,” kata Feri kepada jurnalsukabumi.com.

Tuntutan paran petani sambung Feri. Adalah, saluran irigasi atau aliran air yang bersumber dari sungai Babadak bisa kembali lancar, “Kita hanya ingin sungai mengalir secara lancar, mau seperti apa pembagiannya, saya pikir solusi pasti ada,” jelasnya.

Hasil dari audensi ini sambung Feri, pihak kontraktor bersedia dalam waktu satu minggu ini aliran air dipastikan lancar, “Kesepakatan nya adalah dalam waktu seminggu ini, aliran air irigasi bisa lancar kembali, semoga saja,” ucapnya

Sementara itu, di lokasi yang sama selaku pelaksana proyek Henhen Abdulhadi mengatakan, sangat mengapresiasi dengan apa yang dilakukan oleh para petani di Desa Bojong tersebut.

“Pertemuan ini membahas permohonan atau keinginan dari petani yang terganggu dari pembangunan proyek ini. Kita akan selesaikan permohonan-permohonan dari para petani, diantaranya kita antisipasi gimana caranya supaya aliran air bisa kembali lancar kembali,” ucapnya.

Henhen menuturkan, aliran air terganggu karena adanya aktivitas pembangunan proyek tembok penahan limpahan air sungai Babadak.

Henhen menyebut, pembangunan ini bersumber dari kementrian PUPR dibawah naungan balai besar sungai Citarum dengan estimasi waktu pengerjaan selama 3 bulan dari bulan Februari lalu

Terganggunya aliran irigasi ini kata Henhen, dikarenakan aktivitas pembangunan yang harus menyesuaikan dengan debit air serta cuaca, dan akan berupaya agar aliran air kembali normal.

“Kita apresiasi para petani karena sudah menyampaikan tanggapan ini, kami memang sudah menyepakati untuk melakukan sosialisasi ulang perihal aliran air yang terganggu akibat aktivitas projek bendungan Babadak,” bebernya

Reporter: Ruslan AG | Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Mengaku Bernama Yayan Asal Citepus, Kakek Ini Masih Dirawat di Griya Lansia Nagrak

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:39 WIB

Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:38 WIB

Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu

Berita Terbaru