JURNALSUKABUMI.COM – Puluhan sopir angkot jurusan Cisaat-Lettu Bakrie, melakukan mogok massal menolak kebijakan pemerintah terkait rekayasa arus atau revitalisasi yang diberlakukan mulai hari ini. Hal ini, disampaikan Kadishub Kota Sukabumi, Abdul Rachman, kepada jurnalsukabumi.com, Senin (14/3/22).
“Sebetulnya ini reaktivasi jalur yang dulu. Sebenarnya, kita sudah diskusi dengan perwakilan pengemudi angkot KKU pengusaha hingga pemilik, mereka setuju. Tetapi ketika disosialisasikan dengan yang lain mereka menolak,” kata Abdul Rachman.
Lebih lanjut dia mengatakan, rekayasa arus lalu lintas itu di lakukan dengan sistem satu arah, mulai dari Jalan Zaenal Zakse, menuju Jalan Stasiun Timur langsung belok kanan ke arah Jalan Pasar Timur dan ke Jalan Harun Kabir.
“Padahal ini kesempatan, Jalan ke Pasar Pelita, bisa dilalui oleh angkot. Jika dimanfaatkan di pakai lagi oleh PKL tidak akan bisa dipakai lagi,” tandasnya.
Keputusan pemerintah tersebut, justru mendapatkan perlawanan dari para sopir dengan menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Dishub hingga Gedung DPRD Kota Sukabumi. Tuntutan mereka satu, yakni meminta agar jurusan angkot Cisaat-Lettu Bakrie kembali ke rute sebelumnya.
“Tujuan kita datang kesini, meminta untuk kembali ke rute sebelumnya. Karena para supir sudah nyaman, dengan rute sekarang,” kata Dodi seorang perwakilan supir.
Lanjut Dodi, dengan reaktivasi itu membuat para supir semakin boros dalam mengeluarkan bahan bakar minyak. Ditambah, dengan maraknya aksi pungutan liar di lokasi sepanjang rute itu.
“Selain itu untuk awal para penumpang pun belum pada tau sehingga itu berdampak dengan penghasilan. Jika tidak ada solusi, kami akan terus menggelar aksi unjuk rasa sampai tuntutan kami dikabulkan,” tegasnya.
Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Usep Mulyana












