Dihadiri Wabup, Bapelitbangda Bareng Dinkes Fokus Wujudkan Zero Stunting

Jumat, 11 Maret 2022 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Sukabumi menggelar Workshop Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting.

Giat tersebut bertujuan guna mewujudkan Zero Stunting di Kabupaten Sukabumi. Adapun kegiatan dilaksanakan di Hotel Sukabumi, Jalan Selabintana, Kabupaten Sukabumi, Kamis (10/03/2022).

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri sekaligus membuka secara resmi workshop itu dan dihadiri langsung, Dinas Kesehatan, Perguruan Tinggi dari Forum dan Lembaga.

Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri mengatakan, agar kepada sejumlah unsur untuk bersama-sama menekan angka stunting. Sehingga, harapan zero stunting di Kabupaten Sukabumi bisa segera terwujud.

“Kita harus berkomitmen untuk melakukan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sukabumi. Maka dari itu, kolaborasi menjadi hal yang paling penting dalam suksesi penurunan stunting dengan kolaborasi melibatkan pentahelik,” kata Iyos kepada Jurnalsukabumi.com seusai Kamis (10/03/2022).

Lanjut dia, pihaknya menekankan pentingnya delapan aksi integrasi dalam menurunkan stunting yang di antaranya mengidentifikasi sebaran stunting, ketersediaan program, dan kendala dalam pelaksanaan integrasi intervensi gizi dan menyusun rencana kegiatan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi intervensi gizi.

“Selain itu menyelenggarakan rembuk stunting tingkat kabupaten/kota, seperti yang kali ini kita lakukan, memberikan kepastian hukum bagi desa untuk menjalankan peran dan kewenangan desa dalam intervensi gizi terintegrasi,” jelasnya.

Tidak sampai di sana, lalu memastikan tersedianya dan berfungsinya kader yang membantu pemerintah desa dalam pelaksanaan intervensi gizi terintegrasi di tingkat desa, meningkatkan sistem pengelolaan data stunting dan cakupan intervensi di tingkat kabupaten/kota.

“Juga, melakukan pengukuran pertumbuhan dan perkembangan anak balita dan publikasi angka stunting kabupaten /kota dan melakukan review kinerja pelaksanaan program dan kegiatan terkait penurunan stunting selama satu tahun terakhir,” jelas Iyos.

Sementara itu, Kepala Bapelitbangda Kabupaten Sukabumi, Asep Abdul Wasit menambahkan, workshop ini sebagai tempat untuk mengemukakan langkah strategis yang harus dilakukan tahun ini dan yang akan datang, terutama dari sisi kolaborasi dalam menurunkan angka stunting.

“Dengan kebersamaan melibatkan unsur pentahelik dipastikan akan terprogram dan fokus, yakin kita pasti bisa untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.

Selain itu kata dia, sesuai struktur organisasi, Bappelitbangda memiliki tugas di bidang Koordinasi dan Konvergensi dan hari ini pihaknya melaksanakan konvergensi secara kolaboratif, tidak hanya dari perangkat daerah tapi juga melibatkan pentahelix termasuk media, untuk penyebaran informasi,” ucapnya.

“Kita akan inventarisasi dan juga memformulasikan langkah-langkah strategis untuk tahun 2022 dan 2023, mudah-mudahan angka stunting di kabupaten sukabumi bisa kita akselerasi penurunannya,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Upaya dan Pembiayaan (UPK) Dinkes Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi menyebut, upaya intervensi stunting itu ada 2 hal yakni intervensi spesifik dan intervensi sensitif.

“Intervensi gizi spesifik, yaitu intervensi yang berhubungan dengan peningkatan gizi dan kesehatan sedangkan intervensi gizi sensitif ialah intervensi pendukung untuk penurunan kecepatan stunting, seperti penyediaan air bersih dan sanitasi.

Tak hanya itu sambung dia, stunting dapat diintervensi dengan gizi spesifik dan gizi sensitif. Intervensi gizi spesifik merupakan intervensi yang ditujukan kepada anak dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dari mulai dari masa kehamilan ibu hingga melahirkan balita dan 2 penyebab utama stunting yaitu kekurangan gizi dan juga penyakit penyerta it uterus akan diupayakan solusinya.

“Adapun untuk data stunting sesuai kesepakatan hari ini, kami menggunakan data Survey Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yaitu diangka 24%,” tandasnya.

Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pemkab Sukabumi Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI, Catat Prestasi 12 Kali Berturut-turut
Lepas Atlet ke POPWILDA Jabar 2026, Wabup Sukabumi: Percaya Diri, Fokus dan Pantang Menyerah
Hergun Pastikan PPPK Tak Akan Diberhentikan Meski Daerah Terkendala Anggaran
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLH Sukabumi Gencarkan Gerakan 3R
Dari Sukabumi untuk Indonesia, MAGNET Kembali Menggema dengan EP “Matahari Hati”
Hergun Sampaikan Pesan Sederhana Kunci Rumah Tangga Harmonis di Pernikahan Anton Susanto
Pemkab Sukabumi Tegaskan Respons Cepat Aduan Warga, Keterbukaan Informasi Jadi Prioritas
Hergun Jadi Saksi Nikah Relawan Manuk Dadali, Anton dan Laelatu Resmi Menikah di Parungkuda

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:40 WIB

Pemkab Sukabumi Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI, Catat Prestasi 12 Kali Berturut-turut

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:15 WIB

Lepas Atlet ke POPWILDA Jabar 2026, Wabup Sukabumi: Percaya Diri, Fokus dan Pantang Menyerah

Senin, 8 Juni 2026 - 16:44 WIB

Hergun Pastikan PPPK Tak Akan Diberhentikan Meski Daerah Terkendala Anggaran

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:35 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLH Sukabumi Gencarkan Gerakan 3R

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:53 WIB

Dari Sukabumi untuk Indonesia, MAGNET Kembali Menggema dengan EP “Matahari Hati”

Berita Terbaru

PERISTIWA

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Jumat, 12 Jun 2026 - 11:15 WIB