JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Sukabumi, Dedi Chardiman, membeberkan soal proyek strategis disektor transportasi pada 2022.
“Kaitan proyek strategis yang ada di Dishub Kabupaten Sukabumi tahun 2022 tentu mengacu kepada regulasi induk, terutama di Jawa Barat dikenal dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jabar Bagian Selatan,” kata Dedi kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (9/3/22).
Beberapa item strategis berdasarkan Perpres tersebut, sambung Dedi, pertama adalah tentang perhubungan darat. Pihaknya, tengah mempersiapkan infrastruktur keselamatan lalu lintas dengan pengkayaan dan penambahan rambu-rambu penunjuk jalan termasuk guardrail atau penahan tebing.
“Kedua, mempersiapkan infrastruktur transportasi yang lainnya. Seperti, penyiapan terminal dan sub terminal. Itu untuk transportasi darat,” jelasnya.
Kemudian untuk bidang angkutan sungai dan penyebrangan (ASDP). Dishub akan mensuport lanjutan kegiatan pembangunan pelabuhan pengumpan regional di Karangsari Palabuhanratu, yang pembangunannya sudah jalan.
“Karena itu kewenangan pusat, maka dilakukan oleh provinsi. Dishub Kabupaten Sukabumi tetap akan support penuh. Karena dampaknya baik untuk masyarkat,” ujarnya.
Lebih lanjut Dedi menuturkan, meski di tahun ini belum ada kegiatan fisik, pihaknya akan terus mendorong provinsi kaitan dengan pelabuhan lokal yang ada di Palangpang. Hal tersebut dilakukan guna mempercepat akses dari Palabuhanratu ke Ciemas. Terlebih jika dikaitkan dengan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp).
“Disamping transportasi untuk masyarakat, efek lainnya juga untuk pengembangan pariwisata,” bebernya.
Tahun ini.ujar Dedi, yang terbaru. adalah menuntaskan kajiannya, seperti yang di Palangpang Kemudian di Karangsari lanjutan kegiatan fisik. estimasi selesai jika dilihat di perpres, diregulasi umum tertera itu pada 2022/2023.
“Yang menjadi kewenangan Dishub Kabupaten Sukabumi, itu di ASDP. Tidak hanya di luar Jawa saja, di kita pun punya sungai Cikaso yang menjadi perbatasan Cibitung dan Tegal Buleud,” bebernya
Fakta dilapangan, lanjut Dedi, dengan alasan lebih mudah, sungai tersebut menjadi mobilitas masyarakat menggunakan perahu sebagai sarana transportasi. Untuk itu, pihaknya tengah menyempurnakan terkait dengan pembangunan dermaga apung.
“Nah, pada tahun ini kegiatannya, pertama, kita menyelesaikan perencanaan kaitan dengan penyempurnaan dermaga apung, karena saat ini perahu sudah ada dan berjalan tetapi untuk tambatannya terutama di beberapa spot belum ada. Tahun ini kita selesaikan kajiannya dan insyaallah fisiknya tahun 2023,” jelasnya
Reporter: Ruslan AG | Redaktur: Usep Mulyana












