TPT Ambrol Timpa Rumah di Cisolok, Kades Gunung Karamat: Ini Kejadian Kedua

Selasa, 1 Maret 2022 - 12:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Tembok penahan tanah (TPT) di Kampung Pangkalan RT 02/01, Desa Gunung karamat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi ambruk timpa rumah warga.

Kepala Desa Gunung kramat, Subaeta, mengatakan kejadian tersebut terjadi pada Minggu (28/2) kemarin, sekira pukul 05.30 WIB. Beruntung longsoran itu tidak menimbulkan korban jiwa.

“Bahwa itu sudah kejadian dua kali, sebetulnya Gunung Karamat itu rawan longsor, sebab berada di pegunungan dan tanahnya tanah merah, ” kata Subaeta kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (1/3/2022).

Menurut ia, longsoran TPT setinggi 6 meter lebar 6 meter dan panjang 25 meter itu kejadian kedua kalinya. Sebelumnya pun mengalami hal sama namun sudah ditangani pihak desa.

“Dari kejadian pertama bahwa pihak desa sudah mengalokasikan untuk bantuan berbetuk swadaya. Yaitu besi 45 batang, semen 55 sak, pasir 3 dum truk. Namun karena dampak bencana alam dengan hujan deras yang terus menerus menerjang sehingga terjadi kejadian kedua kalinya,” terangnya.

Subaeta menjelaskan, akibat adanya longsoran itu berdampak pada rumah warga yang berada di bawah maupun di atasnya, karena wilayah itu berada pada lereng pegunungan dengan kontur tanah labil.

“Saat ini ada 1 KK dan 9 jiwa yang terdampak, karena rumahnya tertimpa TPT, kini material longsoran dalam penanganan pihak desa beserta, BPBD, Babinsa, Satpol PP dan unsur lainnya,” tuturnya

Ia menghimbau, memasuki musim penghujan masyarakat harus lebih berhati-hati, khususnya yang berada berdekatan dengan lereng gunung.

“Untuk larangan atau himbauan di musim penghujan terus dilakukan, baik secara lisan maupun tulisan, disetiap acara acara yang dilaksanakan di desa maupun tingkat kecamatan pun terus di galakan,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan

Berita Terbaru