Dua Minggu Terdampar, Kapal Tongkang di Cipatuguran Kini Sebabkan Abrasi dan Ancam Permukiman 

Senin, 21 Februari 2022 - 17:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kapal tongkang pengangkut batu bara yang terdampar sejak lebih dari dua minggu lalu hingga kini belum juga dievakuasi. Keberadaan tongkang kini menimbulkan abrasi dan mengancam permukiman di sekitar Pantai Cipatuguran, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Salah satu warga setempat, Ujang Rusnadi (40), adalah warga yang terdampak keberadaan tongkang terdampar. Sebagian rumahnya tergerus derasnya ombak, dampak keberadaan tongkang.

“Ombaknya ketahan badan kapal, jadi mengarah ke area permukiman. Rumah saya kena dampaknya,” kata Rusnandi kepada jurnalsukabumi.com, Senin (21/2/2022).

Selain rumah ujang, ada dua rumah lain yang terdampak.  Ada pula beberapa pohon kelapa yang rusak karena abrasi yang ditimbulkan dari keberadaan kapal terdampar tersebut.

“Bagian tengah rumah saya sudah rusak, dikhawatirkan kalau terus seperti ini bukan rumah saya saja, namun rumah warga lain pun rusak juga,” terangnya.

Ujang berharap kapal tongkang tersebut segera ditangani. Ia juga khawatir ekosistem di sekitar Pantai Cipatuguran rusak karena abrasi.

“Sesegera mungkin kapal tongkang yang karam ini harus dievakuasi ke tengah laut,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polairud Polres Sukabumi, AKP Tri Andri Affandi, membenarkan adanya dampak tersebut. Ia pun meminta pihak terkait untuk melakukan penanganan.

“Saat ini terlihat upaya yang dilakukan pihak perusahaan untuk menarik kembali kapal tongkang yang sudah terdampar, hal ini harus secepatnya ditangani. Bila tidak, ini berakibat pada abrasi di pinggir pantai,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, kapal tongkang tersebut terdampar pada Minggu 6 Februari. Kapal terdampar dikarenakan cuaca dan gelombang tinggi.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Soal PT Cosmo Cikembar, Warga: Kami Tak Ingin Cuma Jadi Penonton!
Dua Guru Sukabumi Raih Prestasi di Korea Selatan, Lahirkan Inovasi Smart Hanjeli
BGN Hentikan Operasional 58 SPPG di Sukabumi, Ini Penyebabnya!
Hergun Percepat Program Strategis Pertanahan di Sukabumi, Apa Saja?
Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar
Bupati Asep Japar Titip Pesan untuk Pemuda Sukabumi: Jaga Persatuan, Bangun Daerah
Viral Adu Jotos di Padepokan Ciracap, Dua Orang Kini Berstatus Tersangka
Tragis! Ayah dan Anak Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi Sang Ayah Tewas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 16:09 WIB

Soal PT Cosmo Cikembar, Warga: Kami Tak Ingin Cuma Jadi Penonton!

Senin, 2 November 2026 - 14:47 WIB

Dua Guru Sukabumi Raih Prestasi di Korea Selatan, Lahirkan Inovasi Smart Hanjeli

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:49 WIB

BGN Hentikan Operasional 58 SPPG di Sukabumi, Ini Penyebabnya!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Hergun Percepat Program Strategis Pertanahan di Sukabumi, Apa Saja?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar

Berita Terbaru