JURNALSUKABUMI.COM – Kota Sukabumi kini memiliki Museum Tionghoa dan Gedung Hakka Sukabumi yang terletak di kompleks Danalaga Square, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.
Keberadaan museum ini sebagai ikon kebersamaan dan persatuan serta jadi destinasi wisata Kota Sukabumi. Museum ini hasil kerjasama Masyarakat Sadar Wisata dan Yayasan Dapuran Kipahare.
Di museum itu terdapat beberapa barang bersejarah Tionghoa di Kota Sukabumi. Mulai dari barang keseharian yang biasa digunakan Tionghoa dan barang antik yang umurnya sudah ratusan tahun.
Ketua Panitia Kegiatan Budiyanto Hukin Pramoto menerangkan, di Sukabumi banyak suku Tionghoa yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Sehingga, museum tersebut untuk mengingat sejarah.
” Museum Tionghoa didirikan supaya tidak melupakan sejarah bahwa Tionghoa ada di Sukabumi dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari Indonesia,” imbuhya.
Sementara itu Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, keberadaan museum itu selaras dengan rencana Program Pemkot Sukabumi yang ingin punya kampung pecinan karena ada potensi pariwisata luar biasa besarnya.
Apalagi sambung Fahmi Kota Sukabumi mempunyai potensi itu baik bangunan dan nilai sejarahnya sehingga hanya tinggal menata agar terwujud sebagaimana yang diharapkan.
” Museum ini sebagai salah satu jawaban dari keinginan mulia bersama memajukan Kota Sukabumi,” kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, usai melakukan peresmian museum tersebut.
Lanjut Fahmi, Meskipun Sukabumi terbatas dalam sumber daya alam, akan tetapi kota memiliki sejarah salah satunya mempunyai vihara dan kini museum Tionghoa jadi potensi pariwisata. Kehadiran museum akan mengundang banyak pengunjung dari luar Sukabumi singgah ke kota.
Hal ini dibarengi dengan penataan ruas jalan delapan ruas jalan Kota Sukabumi agar memiliki walking tourism atau pariwisata jalan kaki. Nantinya trotoar diperindah dan dipercantik supaya ekonomi bergerak.
”Keberadaan museum Tionghoa ini agar jangan melupakan sejarah, tidak bisa dipungkiri Sukabumi berdiri dan tegak dikarenakan sumbangsih para leluhur,” tandasnya.
Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Usep Mulyana












