Keren, Petani Jamur Milenial Sukabumi Diapresiasi Kang Emil

Kamis, 10 Februari 2022 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengapresiasi Petani Milenial Jamur Tiram di Komplek Kantor Cabang Dinas Kehutanan Wilayah III Sukabumi, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi, Kamis (10/02/22).

Apresiasi yang diberikan oleh orang nomor satu di Jawa Barat ini. Lantaran, pemuda di Sukabumi masih mampu bersaing di masa pandemi dan bisa mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah dengan inovasi dan kreatifitasnya.

Kang Emil mengatakan, sebagai Gubernur dia memiliki tugas membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya di wilayah Jawa Barat. Lapangan pekerjaan itu pun bisa dilahirkan melalui berbagai kolaborasi, salah satunya yaitu dengan adanya petani milenial jamur tiram ini.

“Bahwa untuk bisa hidup yang baik tak harus selalu hijrah ke kota, asal punya tanah di desa dengan skill digital kita bisa jualan dimana saja. Salah satu contohnya yang dilakukan oleh para petani milenial ini,” kata dia kepada wartawan.

Lanjut dia, para petani jamur tiram yang didominasi para anak anak muda ini berpenghasilan Rp4 juta sampai Rp5 juta perbulan nya. Atau Setara dengan Upah Minimum Regional (UMR).

“Jadi ini suatu potensi yang cukup baik untuk bisa dijadikan sebagai peluang usaha,” kata dia.

Artinya, tambah Kang Emil, apa yang sudah dilakukan oleh para petani milenial jamur tiram ini dapat dijadikan sebagai contoh buat siapapun.

“Mereka bisa sukses di usia muda dengan bisnis seperti ini,”pungkasnya.

Sementara salah seorang Petani Jamur Tiram, Surya menuturkan awal mula menggeluti segmen usaha jamur tiram yaitu dengan banyaknya kebutuhan konsumsi jamur tiram khususnya di wilayah Sukabumi.

“Waktu kita maping di lapangan, kebutuhan jamur khusus di sukabumi perhari bisa mencapai Satu Ton. Dilihat dari peluang itu, maka lahirlah suatu usaha yang rasionebel dan memungkinkan untuk dijalankan.

Landasan itulah kenapa dia memilih jamur tiram, karena adanya ketersediaan market yang cukup luar biasa.

“Adapun untuk saat ini, hasil panen yang bisa kami dapat setiap harinya hanya baru bisa mencapai 100 sampai 150 kg. Jumlah ini masih jauh dari kebutuhan market yang mencapai 1 ton per harinya,” tandasnya.

Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru