Aksi Penggarap Cisolok ke Istana Presiden, Kades Turut Angkat Suara

Minggu, 30 Januari 2022 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Aksi jalan kaki puluhan petani eks PT Tybar ke istana presiden beberapa hari lalu, menuai respon dari berbagai pihak. Salah satunya, Kepala Desa (Kades) Gunungkaramat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Ia menilai, tuntutan aksi lahan seluas 292 hektare yang sudah ditanami oleh PT Bumi Sukses Indonesia itu sebetulnya telah disepakati bersama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan panitia, sebagai perwakilan warga beberapa tahun lalu.

“Penetapan peta lahan serta pelaksanaan penanaman pohon di lahan eks PT. Tybar oleh BMI ini, dibuat dan disepakati bersama antara Kementerian dan Panitia,” kata Subaeta, Kades Gunungkaramat, Minggu (30/1/2022).

Menurut dia, kepengurusan panitia tersebut berisikan beberapa orang warga termasuk kades terdahulu. Sebagai perwakilan dari masyarakat maupun petani penggarap untuk menyampaikan berbagai tuntutan.

“Jadi, seluruh prosesnya itu tidak dilakukan di periode saya menjabat kades. Tetapi di era Pak Jatna (kades sebelumnya, red*) yang juga masuk jajaran panitia kala itu. Bahkan ikut menandatangani penetapan peta lahan tersebut,” terangnya.

Menurutnya, berdasarkan seluruh proses tersebut. Seharusnya penggunaan tanah serta pelaksanaan penanaman di lahan eks HGU ini sudah sesuai SOP (standard operasional prosedur).

“Dalam artian, penanaman oleh BSI sudah sesuai dengan peta kementerian. Yang dulu dibuat dan disepakati bersama antara kementerian dan panitia, bahkan BMI sudah melakukan penanaman dilahan seluas 800 hektar,” kata Subaeta.

Oleh sebab itu, Ia berencana akan melakukan konferensi press guna mengklarifikasi masalah ini. Agar tidak terjadi informasi yang salah dan simpang siur. “Saya berencana mau konprensi press,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan masyarakat penggarap Desa Gunungkaramat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, melakukan aksi longmarch dengan tujuan menghadap Presiden Republik Indonesia di Istana Presiden.

Aksinya itu terkait sengketa tanah yang mereka garap puluhan tahun di lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Tybar. Puluhan warga itu berjalan dengan membawa spanduk bertuliskan ‘Aksi jalan kaki menuju istana, Petani eks HGU PT Tybar ingin bertemu dengan bapak Presiden’.

“Kami akan menyampaikan aspirasi, warga yang mana desa Gunungkaramat telah mendapatkan surat pelepasan hak dari eks HGU PT Tybar pada tahun 2012,” kata Agus Sugeng (60) Korlap yang juga penggarap kepada wartawan, Rabu (26/1/2022).

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan
Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Jati Sagaranten, Polisi Selidiki Identitas Korban
Arus Balik Libur, Jalur Sukabumi–Bogor Macet Parah
Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:12 WIB

Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:33 WIB

Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:18 WIB

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:23 WIB

Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap

Senin, 13 Juli 2026 - 13:18 WIB

Geger Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Jati Sagaranten, Polisi Selidiki Identitas Korban

Berita Terbaru