Khotib: M. Sulaeman Nur M.Pd
Masjid Jami Ahmad As-Shiddiqy Selakopi Lembursawah Cicantayan Sukabumi; Jumat, 21 Jan 2022 M/18 J. Akhir 1443 H
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Menjemput Sakaratul Maut, disampaiakan para ulama rasa sakitnya laksana 300 kali ditusuk pedang atau setara dicincang oleh pedang, maka jadikan “Sisa Amal” kita merujuk pada 2 nasihat:
Pertama nasihat yang berbicara, yaitu Al-Qur’an dan kedua nasihat yang tidak berbicara, yaitu kematian. Allah SWT berfirman di dalam Surat Al-Mulk ayat ke- 2, yang artinya: “(Allah SWT) yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dialah (Allah SWT) Yang Maha Perkasa dan Maha Pengampun.”
Begitu juga di dalam Maulid Syarful Anam, halaman 108 (Cetakan lama) dan 146 (Cetakan baru): “Rasulullah SAW menyebutkan, bahwa (Nur-ku) sudah diciptakan oleh Allah SWT ketika 2000 tahun sebelum Nabi Adam AS tercipta.
” Dengan adanya Nur Muhammad ini, sehingga Allah SWT dan para malaikat-Nya selalu melafalkan Tasbih untuk Baginda Nabi SAW.
Berdasarkan Ayat dan Hadits diatas, dapat diambil kesimpulan, bahwa Allah SWT Maha Tahu dan Maha Agung atas segala sesuatu yang tersurat dan tersirat.
Disamping itu, Pengingat-ngingat untuk kita ada 2 hal yakni yang berbicara (Al-Qur’an) dan yang tidak berbicara (kematian/orang yang meninggal dunia).
Selanjutnya, Allah SWT menciptakan makhluk termulia di jagat raya ini, diawali dengan Nur-nya terlebih dahulu. Hikmahnya: Betapa manusia itu sangat dimuliakan melebihi makhluk lain, terlebih Baginda Nabi SAW sangat dimuliakan dan umatnya pun dimuliakan pula.
Diantara kemuliaan umat Nabi SAW adalah diberikan harta dan pusaka terbesar didunia, yaitu “Surat Cinta dari Allah SWT yang bernama Al-Qur’an al-Karim” dan kelak nanti diberikan Syafa’at oleh Baginda Nabi SAW bahkan orang yang memberikan syafa’at ini justru memberikan pula syafa’atnya kepada umat-umat Nabi lain.
Disamping itu, Allah SWT rindu kepada hamba yang dicintai-Nya. Saking rindunya, Allah SWT mengambil hamba-nya tersebut ketika hamba itu sedang Shaleh/Shalehah dan suci dari kejelekan. Sehingga Sisa Amalnya, ditutup dengan kematian yang Husnul Khatimah. Bahkan orang-orang disekelilingnya sedang menggandrunginya. Sungguh, betapa besar Karunia Allah SWT itu.
Wallaahu A’lamu bi as-Shawaabi. (*)












