JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, diminta untuk aktif mendorong dan membina para petani Bawang Bima Brebes (B3) di Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.
Agar para petani tersebut dapat meningkatkan produksi bawang merah yang baru pertamakali dikembangkan yang dimotori oleh Poktan di desa tersebut. Hal itu disampaikan oleh Kades Kebonpedes, Dadan Apriandani, Senin (3/1/22).
“Alhamdulillah kita bersyukur mempunyai Poktan yang tangguh dan kaya inovasi. Mereka terus mencoba menanam B3 di wilayah kami dan hasilnya sangat memuaskan. Kami minta dinas terkait untuk membina dan mengarahkan agar hasilnya jauh lebih baik,” katanya kepada jurnalsukabuni.com.
Alasan beralihnya warga dari menanam sawi menjadi petani B3 disebabkan anjloknya harga sayuran hijau berdaun lebar tersebut. Penyebab turunnya harga sayuran itu sejak pemberlakuan PPKM oleh sebab merebaknya Covid-19.
Bertindak sebagai pelopor pengembangan budidaya B3 adalah Sasmita (52 tahun). Alasan dia beralih menjadi petani bawang asal Jawa Tengah itu akibat menanggung kegagalan saat menanam sawi. Sehingga dia banting stir menjadi petani bawang. Dia memiliki tanah seluas 2.500 meter persegi dengan modal benih 2,5 kwintal.
“Di tempat asalnya, B3 ini baru bisa dipanen setelah berumur dua bulan. Saya menanam benih Bawang Brebes tanggal 1 November 2021. Kalau kontur tanahnya berbeda, bisa dipanen pada usia tanaman ini menginjak 63 hari,” ungkapnya.
Mudah-mudahan saat panen tadi bisa dapat 25 ton. Rencananya besok Selasa (4/1/2021) akan dipanen. Untuk sementara pemasarannya akan dijual eceran dan dijual ke pasar-pasar yang ada di Sukabumi, tambahnya.
Terkait harga jual lanjut dia, bawang yang dipanennya terima di kebun dipatok Rp8.000 per kilogram basah. Sementara bawang panen kering dibanderol Rp17.000 per kilogram.
Sedangkan di pasaran dijual Rp24.000 per kilogram.
Redaktur: Usep Mulyana












