JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi melalui Bidang Kesehatan Masyarakat meuncurkan program Selamatkan Ibu dan Bayi dan Cegah Intervensi Stunting atau disingkat Si Cinta. Program itu merupakan besutan langsung Kepala Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, setelah dirinya menjabat beberapa bulan lalu.
Program ini merupakan upaya pemerintah daerah khususnya dalam hal penyelamatan ibu dan bayi, dan pencegahan penanggulangan stunting.
“Melalui program Si Cinta bagaimana bisa mengintervensi bayi, ibu hamil, remaja putri sehingga kedepannya tidak ada lagi anak yang terlahir stunting di wilayah kabupaten Sukabumi,” kata Kabid Kesmas Masykur Alawi kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (15/12/2021).
Menurutnya, Percepatan Penurunan Stunting sudah tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 72. Hal itu memberikan dasar hukum untuk melakukan penguatan kerangka substansi, intervensi, pendanaan, serta pemantauan, dan evaluasi yang diperlukan dalam berbagai upaya percepatan penurunan stunting.
“Bidang Kesmas mempunyai dua indikator kinerja utama dan juga strategi nasional yang dua target itu menjadi tugas besar,” ungkapnya.
Ia menegaskan, intervensi gizi harus dilakukan sejak sekarang. Sebab, investasi ini adalah kunci membentuk masa depan masyarakat kita.
“Program ini butuh support semua kalangan, dalam satunya PKK, karena PKK dipandang sebagai mitra strategis untuk bisa mencapai target zero new stunting di Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mohammad Noor












