JURNALSUKABUMI.COM – Mahasiswa Program Studi Komunikasi semester 3 Sekolah Vokasi IPB sedang melaksanakan kegiatan IPB Goes to field (IGTF) yang bertujuan membantu UMKM di sekitar kampus IPB yang terkendala akibat pandemi.
Salah satu UMKM yang dibina oleh tim IGTF 20 adalah usaha pangsit ubi ungu yang bertempat di Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.
Usaha pangsit ubi ungu ini pernah bermitra dengan koperasi IPB, sehingga pemilik UMKM rutin mengirimkan produk olahan ubi ungu untuk dijual di kawasan kampus IPB. Namun kehadiran pandemi mengharuskan kegiatan di kampus diberhentikan secara total, sehingga menghambat penjualan produk UMKM pangsit ubi ungu.
Sejak saat itu penghasilan pemilik UMKM ini berkurang drastis, maka dari itu tujuan IPB Goes to Field adalah untuk membantu usaha ini supaya dapat kembali ke keadaan sebelumnya atau lebih baik bisa meningkatkan produksi dan penghasilan pemilik UMKM. Kelompok IGTF 20 bertugas untuk membantu UMKM pangsit ubi ungu. Melalui kegiatan ini bentuk bantuan yang berfokus pada rebranding dan pengembangan kemasan produk.

Kelompok IGTF 20 mendesain kembali logo untuk kemasan dari produk UMKM ini dan memasarkannya di e-commerce. Kelompok IGTF 20 membantu pemilik UMKM untuk membuat akun e-commerce dengan tujuan produk ini bisa lebih mudah dijangkau orang dan juga dapat dijangkau masyarakat luas.
Akun e-commerce tersebut nantinya akan digunakan oleh pemilik UMKM dengan harapan bisa meningkatkan penjualan produk pangsit ubi ungu. Selain itu kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam memberikan solusi untuk permasalahan yang dialami UMKM sehingga mampu menumbuhkan jiwa bisnis dan juga rasa kepedulian terhadap sesama sebagai bentuk pengabdian mahasiswa pada masyarakat.
Rebranding UMKM pangsit ubi ungu di Desa Ciherang merupakan upaya untuk memperkenalkan produk-produk yang dihasilkan. Adanya informasi dari kepala desa, UMKM tersebut merupakan penunjang perekonomian masyarakat setempat. Melalui beberapa rangkaian kunjungan berupa dokumentasi, survei, melakukan wawancara, hingga pengenalan produk Camilanana melalui media sosial oleh kelompok IGTF 20 ini diharapkan UMKM Ibu Siti Nurjanah semakin berkembang dan dikenal oleh berbagai lapisan masyarakat dan produk olahan ubi ungu ini dapat berkembang dan varian produk terus bertambah menyesuaikan selera konsumen.
Diselenggarakannya Program IPB Goes To Field sangat berpengaruh bagi Kelompok IGTF20 yaitu mendapatkan ragam ilmu dan pengalaman baru mengenai UMKM terutama pada pengembangan branding dan pengemasan produk. Semoga dengan diselenggarakannya kegiatan ini dapat membantu menyejahterakan UMKM dan meningkatkan perekonomian daerah terutama setelah hadirnya pandemi. (*).












