JURNALSUKABUMI.COM – Puluhan siswa-siswi kelas 3 SDN 3 Cijengkol di Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi terpaksa harus belajar di mushola berukuran 4×6 meter persegi. Hal tersebut sudah dijalani selama dua tahun.
Kepala SDN 3 Cijengkol, Marni Juarni (30), mengatakan relokasi kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan karena ruang kelas rusak. Selain ruang perpustakaan yang ambruk, terdapat ruang kelas dan kantor yang juga lapuk.
“Ruang kelas tiga dan ruang guru sudah tidak bisa digunakan dan terpaksa relokasi ke tempat yang lebih aman, untuk guru pindah keruangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan siswa kelas tiga relokasi ke mushola,”ucap Marni Juarni kepada wartawan.
Sabung Marni, ada 30 siswa kelas 3 yang menjalani proses KBM di Mushola. Ia pun menyesalkan perbaikan dua ruangan tersebut belum juga bisa dilaksanakan.
Pihaknya sudah mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi pada 2019 lalu. Saat itu, pembangunan sudah direncanakan pada 2020.
Namun karena pandemi covid-19, anggaran perbaikan gedung terdampak refocusing. Pembangunan gagal dilakukan hingga saat ini.
“Saya sempat terenyuh sama rekan guru karena dua ruang tidak bisa digunakan. Pengajuan sudah dilakukan, dan saya mendapatkan kabar dari dinas pendidikan bahwa pembanguan di pending karena pandemi covid-19 dan hingga saat ini masih menunggu,”ucapnya.
“Belajar di mushola kasian Pak, kasian sekali anak-anak. Meskipun pakai meja, tapi ruangannya sempit,” tutup Marni.
Reporter: Ifan | Redaktur: Mohammad Noor












