JURNALSUKABUMI.COM – Kesadaran masayarakat di Kota Sukabumi akan pentingnya Administrasi Kependudukan (Adminduk) dinilai masih kurang. Bukan hanya pembuatan E-KTP dan akta kelahiran, pembuatan akta kematian pun dari waktu ke waktu semakin menurun.
Kepala Dinas Disdukcapil Kota Sukabumi, Kardina Roesadi, mengatakan selama pandemi kesadaran masyarakat tentang Adminduk masih kurang. Apalagi, yang paling minim tentang administrasi akta kematian.
“Jadi yang saya lihat masih banyak yang membutuhkan namun pada saat situasi sedang membutuhkan. Yang paling minim adalah akta kematian karena pada saat mereka perlu seperti pengurusan untuk warisan mereka baru mengurus dokumen itu,” kata dia kepada wartawan.
Untuk itu lanjut Kardina, pihaknya saat ini harus banting stir menyadarkan masyarakat. Mengingat dokumen kependudukan ini sangat penting.
“Masih banyak yang belum sadar. Makanya saya himbau agar segera mengurus untuk kebutuhan dokumen dan ini sangat penting. Seperti layanan untuk kesehatan dan pemberian bantuan sosial kepada warga,” imbuhnya.
Seperti hal nya, Disdukcapil melakukan sosialisasi administrasi kependudukan, dari mulai tingkat kecamatan, keluruhan hingga SKPD yang berhubungan langsung dengan pelayanan publik.
“Kegiatan sosialisasi ini untuk mendapatkan informasi dalam memberikan pelayanan adminduk, sehingga nantinya mereka ikut serta menyampaikan dan mengajak kepada masyarakat untuk mengurus dokumen,” ujar dia.
Sosialisasi itu salah satu cara percepatan dokumen administrasi kependudukan melalui peran aktif semua pihak.
“Khususnya untuk menyadarkan masyarakat dan target untuk cakupan KTP elektronik, kartu keluarga (KK), akta lahir, Kartu Identitas Anak (KIA) dan akta kematian,” imbuhnya.
Sementara itu dihubungi terpisah, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, mendukung langkah yang dilakukan Disdukcapil.
“Pembangunan dinamis karena perkembangan teknologi informasi, di mana kecepatan teknologi infomasi salah satunya ditentukan dari Nomor Induk Kependudukan (NIK) seseorang,” kata Fahmi.
Apalagi kata Fahmi dokumen administrasi ini sangat penting, dan salah satu pendukung kecepatan teknologi informasi. Seperti NIK digunakan dalam pelaksanaan vaksinasi.
“Tugas kependudukan jadi prioritas untuk dituntaskan dan dengan percepatan teknologi kalau tidak ditata dokumen kependukan akan bermasalah,” tandasnya.
Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Mohammad Noor












