JURNALSUKABUMI.COM – Sedikitnya, 7 rumah hingga satu hektar sawah di Kampung Pasirhalang RT. 13/04, Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, terancam pergerakan tanah yang kian melus, Kamis (11/11/2021).
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Anita Maryani mengatakan, pergerakan tanah tersebut diakibatkan hujan cukup lama mengguyur wilayah tersebut.
“Pergerakan tanah semakin meluas. Dari awal anjlokan tanah hanya ketinggian sepanjang 20 cm dan lebar 10 cm, setelah hampir sepekan anjlokan tanah mengalami penambahan menjadi panjang ketinggian 1 meter sedangkan lebar 4 meter dan lebar dari 10 cm menjadi 40 cm,” kata Anita dalam keterangannya kepada wartawan.
Masih kata dia, untuk area lahan pesahawan warga di area mahkota terjadi anjlokan sudah berbentuk tapal kuda dengan panjang retakan sekitar 60 cm. Lalu, untuk di atasnya retakan terdapat di pemukiman warga jarak titik gerakan tanah kepemukiman terdekat kurang lebih 20 cm.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa pergerakan tanah ini. Namun 7 unit rumah yang diisi 3 kepala keluaraga dan merusak area lahan pesawahan 1 hektar. Kerugian masih dalam assesment dan juga kondisi terakhir area lahan pesahawan untuk sementara tidak bisa dialiri air,” tandasnya.
Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Ujang Herlan












