Di NU Tidak Ada Istilah Mantan

Senin, 1 November 2021 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: KH. Abubakar Sidiq

Orang “besar” tidak sepenuhnya karena dirinya, ada juga karena orang lain atau karena kondisi lain.

Ada orang besar karena lahir dari orangtua yang besar. Lalu dibesar-besarkan, dan ada (sebahagian) menjadi besar. Lahir dari orang besar itu merupakan modal sekaligus beban, karena masyarakat memintanya menjadi besar seperti orangtuanya tetapi dirinya tidak mau atau tidak mampu menjadi besar.

Ada orang besar karena berada di lingkungan besar pada pemerintahan, perusahan, partai politik, organisasi pada umumnya, dan sejenisnya. Ketika dia menjabat, dia menjadi besar dan sangat dihormati. Ketika sudah tidak lagi atau sudah pensiun, ya selesai kebesarannya.

Bahkan dalam dunia politik, ia dianggap besar oleh kelompoknya tetapi oleh lawan politiknya dianggap kecil bahkan dianggap jahat.

Ada orang yang besar karena membesarkan orang menjadi besar. Dia akan semakin besar ketika yang dibesarkannya menjadi besar, besar, dan terus besar. Jenis orang ini bisa kita temukan pada ulama dan pimpinan pesantren.

Kebesaran orang ini tak kan hilang bahkan sampai wafatnya sekalipun. Tidak jarang justru semakin besar setelah dia wafat. Contoh organisasi jenis ini adalah NU (Nahdlatul Ulama). NU adalah pesantren besar, dan pesantren adalah NU kecil. Jadi, di NU itu tidak ada istilah mantan NU.

Berita Terkait

Semangat Kartini yang Tak Pernah Usai di Ujung Pengabdian
Lingkaran Setan di Kawasan Industri: Saat ATM Buruh Berpindah ke “Koperasi” Darah
Idul Fitri dan Wajah Baru Keadilan Pidana
Sajadah Literasi di Ujung Senja: Menjemput “Mubarakah” di Tengah Riuh Dunia
Pers Sehat, Investasi Kuat: Menjaga Nadi Ekonomi Kabupaten Sukabumi di HPN 2026
Air PDAM untuk Investasi Kesehatan dan Kualitas Hidup Keluarga
Menakar Relevansi ASN BerAKHLAK: Menuju Birokrasi Berkelas Dunia
Prof Abdul Latif: Sikap Diam Kejati Sumbar soal Kasus Bank Nagari Berpotensi Melanggar Hukum

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 19:43 WIB

Semangat Kartini yang Tak Pernah Usai di Ujung Pengabdian

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:44 WIB

Lingkaran Setan di Kawasan Industri: Saat ATM Buruh Berpindah ke “Koperasi” Darah

Sabtu, 21 Maret 2026 - 09:33 WIB

Idul Fitri dan Wajah Baru Keadilan Pidana

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:51 WIB

Sajadah Literasi di Ujung Senja: Menjemput “Mubarakah” di Tengah Riuh Dunia

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:33 WIB

Pers Sehat, Investasi Kuat: Menjaga Nadi Ekonomi Kabupaten Sukabumi di HPN 2026

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Pengamatan Perkembangan Konsumsi Konten Digital yang Menunjukkan Lonjakan Signifikan
Perubahan Pola Online Muncul Seiring Habanero Semakin Sering Terlihat
Struktur Analisis Alur Permainan Mahjong Ways Kasino Online melalui Momentum Sesi dan Aktivitas Gameplay
Elaborasi Sebaran Winrate Dinamis Mahjong Ways Terkait Pola Bermain dan Pergerakan Modal
Eksplorasi Mekanisme RTP Adaptif Mahjong Ways dalam Membentuk Pola Bermain Berdasarkan Jam dan Distribusi Modal
Interaksi Pengguna Mulai Berubah Ketika Mahjong Ways 2 Tampil Lebih Konsisten
Starlight Princess Hadirkan Bonus Bintang Premium dengan Peluang Hadiah Maksimal
Super Scatter Tawarkan Bonus Tambahan melalui Sistem yang Lebih Cepat
Pendalaman Pola Ritme Sesi Mahjong Ways Kasino Online terkait Spin dan Dinamika Permainan
Eksplorasi Sebaran Simbol Tinggi Mahjong Ways Kasino Online dalam Observasi Premium dan Variasi Gameplay
Mahjong Ways Menyajikan Bonus Kombinasi Baru dengan Nilai yang Lebih Tinggi
Studi Pertumbuhan Platform Interaktif dalam Menunjang Hiburan Modern
Kajian Terkini tentang Perubahan Hiburan Digital di Era Mobile First
Eksplorasi Pola Ritme Permainan Mahjong Ways Kasino Online dalam Fase Akhir dan Variasi Gameplay
Interpretasi Sebaran Simbol Tinggi Mahjong Ways Kasino Online melalui Observasi Simbol Premium dan Dinamika Gameplay