JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Dedi Chardiman, megimbau kepada para pengunjung Geopak Ciletuh untuk menggunakan kendaran khusus saat memasuki area wisata tersebut.
Karena menurut dia, jalur menuju arah Geopark Ciletuh dikenal memiliki kondisi geografis dan medan jalan yang cukup ekstrim.
“Teman-teman banyak menyebut sabuk Geopark. Dari sisi demografis, kontur jalan dan keselamatan lalulintas, jika masuk ke dalam area Geopark harus menggunakan kendaraan khusus. Kenapa demikian, karena geografi disana sangat ekstrim bagi kendaraan roda empat,” kata Dedi Chardiman kepada jurnalsukabumi.com, Sabtu (9/10/21).
Untuk mengimbangi kondisi jalan ekstrim tersebut kata dia, warga harus memperhatikan dengan seksama kapasitas mesin kendaraan. Kalaupun terpaksa harus menggunakan kendaraan standar, maka harus tetap waspada dan selalu menjaga kehati-hatian. Kondisi kendaraan harus ditunjang dengan sparepart yang memadai.
“Contohnya, Kecelakan tunggal yang menimpa pengendara mobil Avanza tempo hari. Berdasarkan hasil olah TKP oleh pihak kepolisian, peristiwa itu, ternyata disebabkan rem blong. Akibat insiden itu, sopir hilang kendali dan terjadilah kecelakaan tersebut,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan ungkapnya, maka ke depan jika pemerintah menyediakan kendaraan khusus, maka harus memenuhi spek. Di Palabuhanratu, pemerintah tengah mengembangkan Pesisir.Palabuhan Ratu (Si Ratu).
Berdasarkan kedishuban jelasnya, dia telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi yaitu memasang rambu-rambu dan pengamanan jalan. Seperti rambu-rambu peringatan jalan yang dipasang di setiap titik lokasi yang rawan kecelakaan. Sayangnya, eksekuktor dari infrastruktur di Geipark Ciletuh kewenangannya berada di.tangan Dishub Jawa Barat.
Redaktur: Usep Mulyana












