JURNALSUKABUMI.COM – Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) mengeluhkan proyek pembangunan trotoar di sepanjang ruas trotoar Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Keberadaan proyek tersebut dinilai mengganggu usaha para pedagang.
Seperti yang disampaikan Asep Rustandi (69), salah seorang pedagang kaki lima. Ia mengungkapkan dirinya sudah berjualan sejak 1980 di lokasi pembangunan trotoar. Keberadaan proyek juga diperparah dengan pandemi covid-19 yang membuatnya bertambah terpuruk.
“Istilahnya mencari makan untuk di makan langsung keluarga, sekarang di aut-aut kiyeu atau (di acak-acak begini). Mau bagaimana coba, sudah begitu kami para PKL belum diberikan sosialisasi tahu-tahunya sudah datang saja kendaraan alat berat untuk membongkar trotoar, ” ungkap Asep kepada Jurnalsukabumi.com, Senin (4/10/2021).
Seharusnya, sambung dia, ada pemberitahuan terlebih dahulu sebelum trotoar dibongkar. Ia berharap pemerintah bisa memperhatika rakyat kecil, seperti dirinya yang hanya pedagang kaki lima.
“Kami sangat mendukung pembangunan yang dilakukan pemerintah. Tapi kalau para PKL mau ditiadakan, kami harus berjualan dimana, sedangkan ladang untuk mencari makan cuma ini satu-satunya, ” keluh Asep.
Sementara itu, Koordinator PKL, Topan Gumelar, mengatakan dirinya cukup menyayangkan melihat peristiwa ini. Seharunya pemerintah bisa memberikan solusi.
“Pada beberapa waktu lalu Pemkot Sukabumi mengadakan rapat kalau tidak salah namun yang diundang hanyalah pemilik toko saja. Kenapa kami para PKL tidak dilibatkan yang sudah jelas terkena dampaknya dari pembanguan trotoar ini walau pun jalan ini sebagai jalan utama tolong kami jangan ditiadakan,” tandasnya.
Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Mohammad Noor












