JURNALSUKABUMI.COM – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Sukabumi, Ucok Haris Maulana Yusuf memaknai Hari Kesaktian Pancasila (HKP) menjadikan cermin dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai sila pertama.
Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober itu memiliki makna khusus bagi bangsa Indonesia, Sebab Pancasila merupakan ideologi negara yang sangat penting untuk mengarahkan dalam mencapai tujuan suatu bangsa.
“Pancasila merupakan kelebihan bangsa Indonesia sejak dahulu yang terus berkembang hingga saat ini dan harus di jaga oleh kita semua sebagai rakyat Indonesia,” kata Ucok Haris kepada Jurnalsukabumi.com, Jumat (1/10/2021).
Menurut dia, sebenarnya kesaktian Pancasila hanya ada satu, yaitu pada sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam sejarahnya ada begitu banyak masalah yang Indonesia hadapi mulai dari penjajahan fisik, penjajahan ekonomi, hingga penjajahan ideologi. Hebatnya, Indonesia bisa selalu lolos dalam penjajahan tersebut. Sila pertama menjadi rangkuman makna dari rangkaian keberhasilan tersebut dengan berlandaskan keyakinan bahwa semua itu berasal dari ketetapan tuhan.
“Kesaktian Pancasila merupakan sebagai dasar negara yang tidak bisa di ubah dan harus dipertahankan oleh siapapun rakyat Indonesia,” tuturnya.
Lebih lanjut ketua DPD Nasdem ini menjelaskan, nilai-nilai Pancasila sudah mulai ditanamkan sejak di bangku sekolah dasar agar para pelajar mengenal, memahami, dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, setelah masuknya era globalisasi kini menjadi tantangan tersendiri bagi Pancasila. Globalisasi yang identik dengan budaya barat dan liberalisasi seringkali membawa nilai-nilai yang bertentangan dengan Pancasila.
“Sebenarnya ini tergantung sikap kita dalam menyikapi perubahan yang masuk tersebut karena perubahan nilai memang tidak dapat dihindari, tapi juga bukan berarti semua itu jelek. Intinya ada pada proses akulturasi, yaitu bagaimana kita mendapatkan sesuatu yang baru tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang kita miliki. Pilihannya adalah antara nilai baru yang menyesuaikan diri dengan kita atau kita yang menyesuaikan diri dengan nilai baru yang masuk,” terangnya.
Sebetulnya tambah Ucok, dengan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila secara baik, Indonesia bisa menjadi sebuah bangsa yang besar. Apalagi dengan sumber daya yang melimpah dan posisi geografis yang menguntungkan seharusnya bisa menjadikan Indonesia sebagai pusat dunia seperti yang pernah diungkapkan oleh Soekarno, Bapak Proklamator RI sekaligus salah satu perumus nilai-nilai Pancasila.
“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini bisa menjadi momentum yang tepat bagi Indonesia untuk kembali menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












