JURNALSUKABUMI.COM – Dua anak kembar penyandang disabilitas, Arga Septiansyah dan Muhammad Alfariz Rizky, warga Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, butuh uluran tangan dermawan. Kedua anak berusia 6 tahun ini tak bisa menjalai hidup seperti anak-anak kebanyakan karena mengidap celebral palsy.
Dua anak kembar tersebut tidak tinggal bersama. Sang kakak, Arga, tinggal bersama kakek dan neneknya, Ukon dan Sopiah. Sementara Rizky tinggal dengan orang tua angkatnya Ujang Ridwan dan Metin Trisnawati.
” Kami ingin kedua anak ini mendapatkan kesempatan untuk menjalani hidup normal seperti anak – anak lain seusianya. Kami berharap kepada pemerintah khususnya dan para dermawan, untuk membantu pengobatannya,” kata Ujang, kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (29/9/21).
Dia menuturkan, seiring usianya saat ini, Arga dan Rizky harus mendapatkan perhatian dan penanganan serius. Khusus bagi Rizky, anak tersebut belum masuk kepesertaan jaminan kesehatan. Sehingga selama ini, pihak keluarga mengalami kesulitan saat akan berobat jika anak – anak itu sakit.
Kondisi ini diperparah dengan adanya PPKM oleh pemerintah. Bagi orang kecil seperti dia, untuk sekedar memenuhi kebutuhan sehari – hari saja, mengalami banyak kasulitan. Apalagi harus menanggung biaya pengobatan yang biayanya cukup mencekik leher.
” Saya hanya pekerja serabutan dan berpenghasilan pas – pasan. Rizky saya rawat sejak dia berumur 22 hari. Sekarang dia sudah berusia enam tahun. Di tengah keterbatasannya, saya masih punya keyakinan dan harapan bahwa anak saya masih bisa disembuhkan,” pungkasnya.
Reporter: Usep Mulyana | Redaktur: Mohammad Noor












