JURNALSUKABUMI.COM – Penyaluran dana bantuan sosial tunai (BST) begitu dirasakan manfaatnya oleh para pembudidaya dan pelaku usaha perikanan. Pasalnya, di masa pandemi Covid – 19 ini, mereka kesulitan untuk memasarkan komoditas perikanannya. Karena pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk mencegah penyebarluasan wabah mematikan itu.
Penyebab lesunya usaha perikanan disamping anjloknya harga ikan dipasaran juga diperparah dengan terjadinya kelangkaan gas (oksigen). Penggunaan gas (oksigen) lebih dikonsentrasikan untuk memenuhi kebutuhan pasien – pasien yang terpapar penanganan Covid – 19.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi, Hanura Nursyamsi kepada jurnalsukabumi.com, melalui aplikasi pesan WhatsApp, Rabu (15/9/21).
” Bantuan keuangan yang diterima, tentu saja sangat membantu perekonomian mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari saat pandemi Covid – 19,” kata Hanura.
Jumlah penerima BST sebanyak 1.458 orang. Masing – masing pelaku usaha menerima Rp600 ribu untuk dua bulan. Jumlah ini tentu saja lebih kecil jika dibandingkan dengan jumlah pembudidaya dan pelaku usaha perikanan se – Kabupaten Sukabumi yang jumlahnya lebih dari 28.000 orang.
Ungkapan senada juga disampaikan para pelaku usaha perikanan di Desa Langensari Desa Sukaraja dan pembudidaya ikan di Desa Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh. Mereka menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah atas bantuan BST tersebut.
” Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Bupati Sukabumi, Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Sosial yang telah menyalurkan bantuan keuangan ini. Tentu saja bantuan ini sangat membantu di tengah – tengah kesulitan ekonomi saat pandemi ini,” kata Tedi, warga Gununguruh mewakili para pelaku usaha perikanan lainnya.
Reporter: Usep Mulyana | Redaktur: Mohammad Noor












