JURNALSUKABUMI.COM – Kediaman Mudrikah (25) dan Mitasari (27) warga Kampung Gununggedogan RT. 20/ 04, Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, kian ramai didatangi oleh para tamu yang berasal dari warga setempat, pejabat daerah, serta perwakilan lembaga sosial dan swadaya masyarakat.
Kedatangan mereka untuk memberikan bantuan kepada orang tua bayi atas musibah yang dialami anak pertama mereka bernama Neng Syifa yang baru berumur tiga hari. Bayi malang yang lahir melalui operasi caesar itu, diketahui tidak memiliki tempurung kepala sejak lahir atau Anensefali. Sehingga bagian isi kepala bayi tersebut, bisa dilihat dengan mata telanjang.
Hal tersebut disampaikan, Kepala Desa Panubangan, Lalan Jaelani atau biasa disapa Lani kepada jurnalsukabimi.com, melalui aplikasi pesan WhatsApp, Minggu (29/8/2021).
“Masyarakat yang mendengar kabar duka tersebut, berduyun-duyun mendatangi kediaman Mudrikah dan Mitasari untuk memberikan bantuan. Sekaligus memberikan dorongan moril agar mereka tabah menerima musibah ini,” kata Lani.
Di samping donasi dari warga setempat, bantuan juga datang dari Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Bank Jabar Banten (BJB), Jabar Quick Respons dan beberapa lembaga lain yang ikut berempatik kepada nasib bayi tak berdosa itu.
Pemdes Panumbangan jelasnya, sudah terlibat sejak proses awal keberangkatan ke rumah sakit untuk mengikuti perjalanan pasien hingga naik meja operasi sampai kembali lagi ke rumah. Tidak sampai di situ lanjut dia, pihaknya akan terus membantu keluarga itu, sampai bayi tersebut mendapatkan penanganan medis secara optimal.
“Kami akan terus mendukung dan membantu mereka sampai ada keputusan final. Bahwa ananda Neng Syifa, bisa disembuhkan dan diselamatkan nyawanya. Kami akan membantu dari sisi akomodasi selama proses pengobatan berjalan. Saya minta doa dari semua warga masyarakat, agar semua berjalan lancar,” ujarnya.
Reporter: Usep | Redaktur: Ujang Herlan












