JURNALSUKABUMI.COM – Siapa nih yang masih ingat dengan anime asal Jepang berjudul Let’s and Go? Itu lho kartun yang menceritakan mainan mini 4WD atau akrab disebut Tamiya.
Mini 4WD merupakan sebuah mainan mobil balap yang pertama kali ramai mencuat ke publik pada era 1980-an.
Sedangkan Tamiya merupakan sebuah merek dari perusahaan mainan asal Jepang yang didirikan oleh Yoshio Tamiya sejak 1946.
Berkat penayangan kartun tersebut Tamiya menjadi poluler dan digandrungi banyak kalangan. Bahkan hingga saat ini peminatnya masih banyak di Indonesia.
Seperti yang ada di Kabupaten Sukabumi, khususnya Kecamatan Cicurug. Ada sebuah komunitas yang masih aktif mengkoleksi Tamiya, bahkan tak jarang menyelengarakan perlombaan adu cepat.

Deni Pratama (25) pendiri Eilajor Tamiya Speed mengatakan jika dirinya mengkoleksi mainan tersebut sejak masih kecil.
“Tamiya itu ga ada matinya, dari dulu sampai sekarang masih ada saja penggemarnya, termasuk saya dan teman-teman,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, minggu (25/7/2021).
Menurut Deni, satu hal yang seru diperhatikan adalah cara para kolektor mengatur dan memodifikasi Tamiya tersebut.
“Yang paling seru sih ketika kita merakit dan memodifikasi Tamiyanya, kita bisa memodifikasi sesuai selera kita, apalagi di saat pandemi seperti ini, jadi ada kegiatan,” Kata Deni.
Kekinian, Satu unit Tamiya yang siap melaju dilintasan dan sudah lengkap dengan aksesoris bisa merogoh kocek hingga Rp 1,5 Juta.
Reporter: Ardi Yakub | Redaktur: Mohammad Noor












