Melihat Komunitas Tamiya di Cicurug Sukabumi yang Masih Eksis

Selasa, 10 Agustus 2021 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Siapa nih yang masih ingat dengan anime asal Jepang berjudul Let’s and Go? Itu lho kartun yang menceritakan mainan mini 4WD atau akrab disebut Tamiya.

Mini 4WD merupakan sebuah mainan mobil balap yang pertama kali ramai mencuat ke publik pada era 1980-an.

Sedangkan Tamiya merupakan sebuah merek dari perusahaan mainan asal Jepang yang didirikan oleh Yoshio Tamiya sejak 1946.

Berkat penayangan kartun tersebut Tamiya menjadi poluler dan digandrungi banyak kalangan. Bahkan hingga saat ini peminatnya masih banyak di Indonesia.

Seperti yang ada di Kabupaten Sukabumi, khususnya Kecamatan Cicurug. Ada sebuah komunitas yang masih aktif mengkoleksi Tamiya, bahkan tak jarang  menyelengarakan perlombaan adu cepat.

Deni Pratama (25) pendiri Eilajor Tamiya Speed mengatakan jika dirinya mengkoleksi mainan tersebut sejak masih kecil.

“Tamiya itu ga ada matinya, dari dulu sampai sekarang masih ada saja penggemarnya, termasuk saya dan teman-teman,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, minggu (25/7/2021).

Menurut Deni, satu hal yang seru diperhatikan adalah cara para kolektor mengatur dan memodifikasi Tamiya tersebut.

“Yang paling seru sih ketika kita merakit dan memodifikasi Tamiyanya, kita bisa memodifikasi sesuai selera kita, apalagi di saat pandemi seperti ini, jadi ada kegiatan,” Kata Deni.

Kekinian, Satu unit Tamiya yang siap melaju dilintasan dan sudah lengkap dengan aksesoris bisa merogoh kocek hingga Rp 1,5 Juta.

Reporter: Ardi Yakub | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan
Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata
RSUD Sekarwangi Kini Punya Cath Lab, Pasien Serangan Jantung Tak Lagi Harus Dirujuk ke Luar Sukabumi
Grundfos Foundation Bersama Wafaa Indonesia Resmikan Fasilitas Air Bersih dan Air Minum di Sukabumi

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:33 WIB

Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:42 WIB

BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:44 WIB

Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:18 WIB

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata

Berita Terbaru