Pabrik Kimia di Lengkong Diduga Cemari Sungai Cikaso, DLH Langsung Terjun ke Lokasi

Kamis, 5 Agustus 2021 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pabrik kimia di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, ramai jadi perbincangan warga sekitar akibat limbah yang dibuang mengandung H2SO4 atau Asam Sulfat yang mencemari aliran sungai Cikaso.

Kabar soal dugaan pencemaran itu berawal ketika akun media sosial Facebook Farydz, mengunggah sejumlah video saat warga mendatangi pabrik karena keberatan ada limbah mencemari aliran sungai yang di buang oleh PT. Clariant Adsorbents Indonesia

“Silahkan untuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kami yang terdampak limbah H2SO4 sudah jelas ini melanggar AMDAL karena PT Clariant tak mampu mengolah limbah sehingga digelontorkan ke Sungai Cikaso,” tulis Farydz.

Dalam postingan itu, terselip kata-kata yang berdampak pada generasi muda ke depan oleh limbah yang dibuang pabrik tersebut. Sebab, ada dua desa yang masih membutuhkan aliran itu untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami yang terdampak dua desa yaitu Desa Neglasari dan Desa Bantarpanjang. Kami berharap ada pertanggung jawaban anda dari pihak PT Clariant. Kalian jangan tidur kalau masalah ini berlarut-larut kami akan membawa basis yang lebih besar untuk proses pertanggungjawaban anda dari pihak PT,” jelasnya.

Ramai perbincangan tersebut menuai tanggapan dari DLH Kabupaten Sukabumi dan langsung mengecek lokasi. Namun, kondisi air yang disebut tercemari limbah sudah kembali jernih.

“Tim kami sudah mengecek dan bertemu dengan perusahaan tersebut, kemudian saat ini sungainya sudah jernih kembali sudah bagus. Kemudian itu juga mau melaporkan seluruh aktivitas yang kemarin,” kata Dedah Herlina, Kepala DLH Kabupaten Sukabumi dalam keterangan yang diterima jurnalsukabumi.com, Kamis (5/8/2021).

Perusahaan itu, kata Dedah bergerak di bidang kimia dan memproduksi Bentonit yang sudah berdiri puluhan tahun di lokasi tersebut. Namun mengenai penjelasan secara gamblang adanya dugaan pencemaran masih menunggu informasi dari tim lapangan.

“Saya belum mendapat informasi yang lengkap. Namun tim kami memang mau ke lapangan untuk melihat langsung, foto-foto sudah dikirim terkait kondisi hari ini,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru