JURNALSUKABUMI.COM – Tiga calon Dewan Pengawas (Dewas) Agro Sukabumi Mandiri jalur Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah lulus uji kelayakan dan kepatutan, ketiga calon tersebut yakni Kepala Dinas Pertanian Ajat Sudrajat, Plt Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Sri Padmoko dan Kabid Pembibitan dan Produksi Dinas Peternakan Deulis Linda.
Panitia Seleksi Dewas Agro Sukabumi Mandiri Akhmad Riyadi mengatakan, hasil seleksi kepatutan dan kelayakan sesuai dengan Nomor 017/Pansel-ASM/VII/3021 Tentang Pelaksanaan Wawancara Seleksi Calon Dewas Agro Sukabumi Mandiri.
“Ketiga calon yang lulus menjalani tes wawancara, yang dilaksanakan di Kantor BKPSDM,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Ajat Sudrajat mengatakan, melihat dua potensi pertanian yang utama seperti beras, di Sukabumi beras saat ini kondisinya surplus hingga 350 ribu ton di Sukabumi yang sangat luar biasa. Tapi petani merasakan harga gabah yang tak kunjung stabil dengan harga yang di bawah HPP. Padahal harga beras tak pernah turun yang dinilai stabil.
“Seperti halnya keluhan di wilayah Jampang soal gabah ini yang murah sekali harganya. Sehingga dengan saya mengabdi di BUMD ini bisa memberikan inovasi dan terobosan kaitan market gabah ini, saya juga akan bekerjasama dengan sejumlah asosiasi beras dan pertanian,” katanya.
Menurut Ajat, dengan adanya BUMD Agro ini menunjukan Pemkab Sukabumi pro petani dan peduli petani. Yang siap hadir memberikan kesejahteraan kepada petani.
“Yang tak lupa juga kebutuhan jagung saat ini di Sukabumi saja mencapai 350 ton perhari untuk pakan. Nah hal ini yang harus digali dan di petakan dengan membuat sejumlah gudang yang nantinya bisa terdistribusikan dengan bagus,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Sri Padmoko mengatakan, tujuan dirinya mengikuti seleksi Dewasa sendiri atas dasar pengalaman yang dimilikinya dan latar belakang pendidikan. Dirinya ingin memajukan Agro Sukabumi yang lebih baik dan maju.
“Bismillah, Insya Allah saya ingin mengabdi di Sukabumi dengan mengembangkan BUMD Agro ini, karena jika melihat potensi Agro di Sukabumi sangat luar biasa sehingga perlu terobosan dan inovasi,” tandasnya.(Adv)












