JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi melakukan Rapat Koordinasi Forum Perangkat Daerah Tingkat Kabupaten Sukabumi secara virtual melalui Zoom Meeting di Aula Kantor DP3A Kabupaten Sukabumi, Selasa (06/07/21)
Kegiatan tersebut di buka dan pimpin langsung oleh Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi Hj. Aisah yang diikuti oleh para Kepala Perangkat Daerah, Lembaga dan Organisasi Masyarakat, Dinas-dinas terkait dan dari Unsur Pentahelix di Kabupaten Sukabumi.
“Tujuan diadakannya kegiatan ini salahsatunya adalah sebagai usaha untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antara DP3A Kabupaten Sukabumi dengan stakeholder terkait dan unsur Pentahelix guna mendukung upaya pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta mewujudkan kesetaraan gender di Kabupaten Sukabumi,” ungkap Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi Hj. Aisah, kepad jurnalsukabumi.com.
Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan para peserta yang hadir bisa memahami tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta kesetaraan gender di Kabupaten Sukabumi sehingga kedepannya bisa diajak berkolaborasi.
“Kita ingin para perangkat daerah dan juga unsur pentahelix bisa memahami apa itu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dan kita juga menginformasikan kegiatan-kegiatan kita sehingga kedepannya mereka bisa diajak berkolaborasi membangun pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender di Sukabumi” terangnya.
Dalam paparannya Hj. Aisah menyampaikan beberapa isu-isu krusial yang saat ini perlu mendapat perhatian yang terkait dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta kesetaraan gender seperti kekerasan terhadap perempuan, perempuan dalam politik dan pengambilan keputusan, pembangunan perlindungan anak, tenaga kerja perempuan hingga akses perempuan terhadap perekonomian.
Hj. Aisah menambahkan bahwa memberdayakan perempuan bukan hanya tugas DP3A saja, melainkan juga bisa dilakukan oleh dinas-dinas terkait yang bisa membuat kebijakan untuk memberdayakan perempuan baik dari sisi pendidikan, kesehatan dan ekonomi.
“Banyak yang beranggapan bahwa pemberdayaan perempuan hanya bisa dilakukan oleh dinas pemberdayaan perempuan saja, padahal pemberdayaan perempuan bisa juga dilakukan oleh perangkat daerah terkait karena memberdayakan perempuan merupakan tanggung jawab kita bersama.” tandasnya.
Sementara itu terkait dengan kebijakan PPKM yang sedang berlangsung saat ini, Hj. Aisah juga mengingatkan para orangtua agar selalu memperhatikan dan menjaga anaknya dengan selalu menerapkan protokol kesehatan, memberikan makanan yang sehat dan bergizi serta tidak membiarkarkan anaknya berkerumun dan bermain di luar rumah.
“Kadang-kadang ada orangtuanya memakai masker sementara anaknya tidak, padahal anak-anak juga perlu di perhatikan dan dijaga. Kita harus lebih care terhadap anak-anak kita.” tandasnya. (Adv).












