Karang Taruna Tegallega Kelola Bank Sampah untuk Kegiatan Usaha Produktif

Senin, 17 Mei 2021 - 10:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Karang Taruna Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi mengelola dan memberdayakan Unit Bank Sampah – Bojonghaur, Cibogo dan Leuwibengkok (UBS-BCL) menjadi kegiatan usaha produktif.

Melalui kegiatan tersebut, mereka memanfaatkan limbah yang berasal dari sampah rumah tangga, toko dan warung – warung yang dibuang dan tidak dimanfaatkan menjadi barang – barang yang memiliki nilai jual untuk meraup pundi – pundi rupiah. Usaha tersebut dimotori dan dikelola oleh lembaga Karang Taruna yang peduli lingkungan.

” Bicara soal sampah, tidak akan pernah ada habisnya. Karena barang tersebut kita jumpai di sekeliling kita. Sekarang, bagaimana caranya sampah bisa menjadikan sumber penghasilan dan menghindari dampak buruknya,” kata Wakil Ketua Karang Taruna Desa Tegallega, Yusman Jayusman kepada jurnalsukabumi.com, Senin, (17/5/21).

Dalam prakteknya, mereka memilah jenis sampah organik dan unorganik yang berserakan di tempat – tempat umum dan yang mengapung terbawa aliran Sungai Cikaso yang melewati wilayah Bojonghaur, Cibogo dan Leuwibengkok sepanjang 7 kilometer. Ketiga wilayah tersebut, berbatasan dengan Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong.

Hasil kerja mereka kemudian dikumpulkan dan ditampung dalam keranjang – keranjang bambu. Sementara sampah organik yang tidak larut dan terurai oleh air sungai dilenyapkan dengan cara dibakar.

” Dengan melihat fenomena sampah ini, kami punya ide untuk mengubah sampah yang dibuang sembarangan menjadi usaha kreatif yang bisa dikembangkan oleh Karang Taruna,” ungkapnya.

Ibarat kata pepatah, kata dia, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Dengan adanya bank sampah, ekosistem dan keseimbangan lingkungan hidup tetap terjaga dan organisasi Karang Taruna turut menghasilkan keuntungan dari penjualan sampah unorganik.

Ditemui terpisah, Kades Tegallega, Fuad Abdullatif menuturkan, kegiatan Unit Bank Sampah, sudah berjalan sekitar lima bulan yang lalu. Selama itu pula ujarnya, usaha yang kembangkan oleh Karang Taruna meningkat pesat. Cara manual tersebut dilakukan karena di wilayahnya belum tersedia Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS).

” Pemerintah akan terus mendorong kreatifitas mereka. Karena di satu sisi, sampah itu bisa menjadi musuh bersama. Tapi di sisi lain bisa mendapatkan keuntungan jika dikelola dan dikendalikan dengan baik dan bertanggungjawab,” pungkasnya.

Reporter: Usep Mulyana | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Pemkab Sukabumi Dorong Sinergi Kejaksaan dan Pers Perkuat Pengawasan Pemerintahan
Penerangan Hukum Kejari Sukabumi Bersama Pers: Merawat Kepercayaan, Mengawal Keadilan
Bupati Sukabumi Tekankan Semangat Persatuan di Momentum Hari Kesaktian Pancasila
Catatan Debu Jalanan: Jangan Biarkan KSU Terhenti di Tengah Jalan!
Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026
PWI Sukabumi Buka Ruang Kolaborasi, Ajak IJTI Perkuat Ekosistem Pers
Nanan Apon Diganjar IJTI Award, Minisoccer Sangrawayang Jadi Wadah Potensi Anak Muda
Hadiri Muskorda IJTI, SMSI Sukabumi Raya Dorong Kolaborasi Pers Digital 

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Pemkab Sukabumi Dorong Sinergi Kejaksaan dan Pers Perkuat Pengawasan Pemerintahan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Penerangan Hukum Kejari Sukabumi Bersama Pers: Merawat Kepercayaan, Mengawal Keadilan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Bupati Sukabumi Tekankan Semangat Persatuan di Momentum Hari Kesaktian Pancasila

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Catatan Debu Jalanan: Jangan Biarkan KSU Terhenti di Tengah Jalan!

Senin, 28 September 2026 - 13:54 WIB

Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026

Berita Terbaru