Objek Wisata di Sukabumi Ditutup, H+3 Idul Fitri Puluhan Ribu Kendaraan Diputarbalikan

Minggu, 16 Mei 2021 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ribuan kendaraan roda empat maupun roda dua yang hendak masuk ke sejumlah destinasi wisata di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi terpaksa kembali diputarbalikan tim gabungan di Pos Pam penyekatan Gunung Butak pada H+3 Idul Fitri, Minggu (16/05/2021).

Penutupan objek wisata sementara itu menyusul tingginya volume wisatawan. Sebab sebelumnya puluhan ribuan orang antusias untuk berlibur Lebaran ke beberapa destinasi wisata di kabupaten terluas di Jawa dan Bali ini.

“Jadi pertimbangan Pak Bupati kepada Pak Dandim 0622 dan saya untuk menutup objek wisata. Karena hasil evaluasi satgas Covid-19, baik pelaku usaha maupun masyarakat wisatawan banyak yang tidak tertib protokol kesehatan,” kata Kapolres Sukabumi, AKBP M Lukman Syarif kepada jurnalsukabumi.com.

Penutupan ini, sambung dia, sebagai langkah membendung ribuan orang yang hendak berlibur pasca Hari Raya Idul Fitri agar tidak menimbulkan klaster penularan virus covid-19 khususnya di Kabupaten Sukabumi, umumnya di Jawa Barat.

“Kemarin puluhan ribu menuju ke sini (Palabuhanratu, red), bukan hanya wisatawan lokal tapi banyak juga dari luar daerah. Namun kita bisa bendung dengan penutupan ini, sehingga untuk wisata clear tidak ada kerumunan dengan adanya penutupan ini,” terangnya.

Lukman menerangkan penutupan ini akan berjalan semaksimal mungkin, agar animo masyarakat untuk tetap berlibur dalam kondisi pandemi bisa terelakkan sehingga angka kenaikan covid-19 bisa lebih ditekan.

“Kita lihat animonya masyarakat, jika masih tetap ingin masuk tetap kita tutup. Tapi kalau sudah landai, akan kita lakukan penormalan kembali, karena di sini merupakan jalur masyarakat juga,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran
Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan
Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran
Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes
Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki
Korban Jiwa Kembali Berjatuhan, Tambang Ilegal Masih Marak di Sukabumi
Lilin saat Listrik Padam Berujung Petaka, Tiga Bocah Meninggal dalam Kebakaran di Sukabumi
Dua Kios Terbakar di Parungkuda, Satu Orang Alami Luka Bakar

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:37 WIB

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:56 WIB

Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:48 WIB

Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:03 WIB

Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIB

Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki

Berita Terbaru