JURNALSUKABUMI.COM – Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Hidup Indonesia (Hakli) Kabupaten Sukabumi angkat bicara soal kasus keracunan massal saat berbuka puasa yang terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Sukabumi.
Ketua Hakli Kabupaten Sukabumi, Ujang Soleh Suryaman, mengatakan kasus keracunan makanan sering terjadi karena kurang higienisnya pengolahan. Hal tersebut harus diperhatikan oleh masyarakat agar kasus keracunan tidak terus terjadi.
“Kami mengimbau kepada masyarkaat, terutama para pelaku usaha makanan ataupun masakan, di tingkat kecamatan itu terdapat Puskesmas yang bisa diminta bantuan untuk penyuluhan,” tutur Ujang kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (7/5/2021).
Masyarakat tidak perlu malu untuk meminta bantuan penyuluhan dari petugas Puskesmas mengenai bagaimana pengolahan, penyimpanan hingga pendistribusian makanan yang baik dan sehat. Kehigienisan terkait makanan sangat penting, jangan dianggap sepele.
“Kami juga sering melakukan penyuluhan-penyuluhan kepada para pelaku usaha olahanan makanan. Kita berikan edukasi mulai dari pengolahan yang baik, penyiapan bahan baku, hingga penyimpanan dan pendistribusian yang semuanya harus memenuhi syarat secara kesehatan,” tuturnya.
Ujang Soleh juga meminta masyarakat untuk tidak segan datang ke Dinas Kesehatan dan Puskesmas. “Disitu petugas bisa menjelaskan tata cara pengolahan makanan yang baik dan sehat,” tutupnya.
Sementara itu, kasus keracunan massal terjadi di dua kecamatan pada beberapa hari terakhir. Puluhan warga di Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah mengalami gejala keracunan usai menyantap hidangan es cendol. Kemudian di Kecamatan Simpenan, keracunan massal terjadi di Desa Mekarasih.
Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Mohammad Noor












