Mudik Dilarang, Wakil DPRD Kabupaten Sukabumi Nilai Berdampak Buruk Untuk Sektor Ekonomi

Selasa, 4 Mei 2021 - 17:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi M Sodikin angkat bicara terkait larangan mudik hari perayaan Idul Fitri pada tahun ini.

Menurutnya, kesepakatan untuk melarang tradisi tahunan itu merupakan sebuah upaya yang tuju untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Oleh sebab itu ia meminta kepada masyarakat luas untuk menanggapi dan mengindahkan kebijakan tersebut dengan positif.

“Larangan mudik ini adalah komitment memutus mata rantai penyebaran Covid. Tentunya perlu diapresiasi oleh semua pihak,” ujar saat dihubungi Jurnalsukabumi.com, Selasa (4/5/2021).

Namun di samping itu terdapat sebuah dampak buruk yang dirasakan oleh sebagian masyarakat kecil. Sodikin menerangkan, salah satunya penyedia jasa tranportasi. Maka dari itu, menurutnya pemerintah harus mencari solusi bersama sehingga perekonomian dalma berjalan normal dan meningkat.

“Harus dicarikan solusi bersama dalam hal kegiatan ekonomi masyarakat, terutama di pedesaan supaya ada pemicu perputaran uang yang bisa membangkitkan geliat ekonomi masyarakat,” ucapnya.

“Karena biasanya hari lebaran itu berdampak baik untuk ekonomi di daerah karena adanya mudik orang perkotaan ke pedesaan. Tatkala mudik tidak terjadi maka harapan transaksi ekonomi di daerah tidak akan terjadi justru transaksi ekonomi hanya ada dipusat kota aja,” paparnya.

Selain itu pemerintah juga harus tegas dalam mencegah masyarakat untuk merayakan libur lebaran. Sodikin menuturkan, pasalnya hal itu juga dapat berpotensi menjadi penyebab kluster baru.

“Harus ada kepastian juga terkait kebijakan wisata kalau komitmenya pencegahan penyebaran covid wisata berpotensi menjadi kluster,” tandasnya.

Reporter: Syahrul | Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

DPRD Sukabumi Bahas Dua Raperda Strategis, Investasi dan Tirta Jaya Mandiri Jadi Perhatian
Budi Azhar Berdiri di Podium, Pembukaan UUD 1945 Dibacakan di Hari Kesaktian Pancasila
Raperda APBD 2027 Sukabumi Fokus Perkuat Agroindustri dan Pariwisata
APBD Perubahan Sukabumi Disepakati, Tambahan Rp89 Miliar Fokus Program PrioritasĀ 
Ketua DPRD Ikut Nyanyi Mati Lampu, Bapeni Sukses Hidupkan Paripurna Istimewa HJKS ke-156
156 Tahun Sukabumi, Paripurna Istimewa Jadi Momentum Menatap Tantangan Pembangunan
400 SPPG Wajib Urus PBG, DPRD Sukabumi Hitung Potensi PAD Bisa Tembus Rp2 Miliar
DPRD Pasang Target: Ratusan SPPG Harus Kantongi PBG dan SLF Sebelum 31 Desember

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:57 WIB

DPRD Sukabumi Bahas Dua Raperda Strategis, Investasi dan Tirta Jaya Mandiri Jadi Perhatian

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Budi Azhar Berdiri di Podium, Pembukaan UUD 1945 Dibacakan di Hari Kesaktian Pancasila

Rabu, 30 September 2026 - 16:53 WIB

Raperda APBD 2027 Sukabumi Fokus Perkuat Agroindustri dan Pariwisata

Rabu, 16 September 2026 - 13:09 WIB

APBD Perubahan Sukabumi Disepakati, Tambahan Rp89 Miliar Fokus Program PrioritasĀ 

Kamis, 10 September 2026 - 18:00 WIB

Ketua DPRD Ikut Nyanyi Mati Lampu, Bapeni Sukses Hidupkan Paripurna Istimewa HJKS ke-156

Berita Terbaru