JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi melalui Kepala Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Cisolok, Heri Suherman memastikan pelayanan kesehatan sudah ditangani semaksimal mungkin.
Termasuk, akan mengawasi pasien atas nama Susan Antela (31) guru honorer asal Kampung Talaga, Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, yang terindikasi mengalami sakit pada kedua matanya usai melaksanakan vaksinasi tahap dua bulan lalu..
“Kami akan terus mengawasi sesuai aturan yang berlaku, terutama yang berhubungan dengan rujukan akan mempermudah. Utamanya, sesuai harapan yang diinginkan pasien harus sehat lagi,” kata Heri Suherman kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (29/04/21).
Sebab menurut informasi, kasus seperti ini baru ada tiga di Indonesia sala satunya di Kecamatan Cisolok ini. Bahkan, Dinkes akan turun langsung memastikan kabar indikasi penyakit usai divaksin ini.
“Saya dari Puskesmas terus berupaya tentunya. Dan atas nama Dinkes insyaAllah akan datang melihat kondisi Ibu Susan,” terangnya.
Dari hasil kunjungan saat ini, kondisi pasien sudah mulai membaik setelah menjalani perawatan medis selama 23 hari di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung. Terlebih, sudah mulai bisa berbicara walaupun masih terlihat lemas dan belum bisa bergerak seperti sedia kala.
“Harapan yang kita inginkan, Ibu Susan harus sehat lagi, hanya mungkin tahap demi tahap mengikuti aturan sesuai pihak rumah sakit,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Pokja Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Kabupaten Sukabumi, Eni Rahmawati mengatakan, sampai hari ini belum mendapat tembusan laporan dari Komisariat daerah (Komda) maupun Komisariat Nasional (Komnas) KIPI mengenai hasil investigasi dari para ahli itu.
“Karena biasanya kalau sudah selesai investigasi langsung mengeluarkan pers liris atau laporan. Berhubungan dengan vaksinasi saya juga belum tahu, apakah ini ada hubungannya dengan vaksin atau tidak,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












