Warga Bojonggenteng Mengeluh Pelayanan Pasien KIS Terkesan Dipersulit

Rabu, 7 April 2021 - 19:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Warga Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, mengeluhkan pelayanan kesehatan milik pemerintah di wilayahnya.

Pasalnya, ketika seorang pasien datang ke pelayanan kesehatan dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) terkesan dipersulit.

Warga berinisial A mengatakan, ia rela berobat tidak menggunakan KIS karena birokrasi yang rumit ketika pendaftaran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Ribet pake KIS mah banyak urus-urusnya. Jadi saya tidak pernah menggunakan KIS kalau cuman berobat mah,” ujarnya kepada Jurnalsukabumi.com, Rabu (7/4/2021).

Selain ribet, alasan A tidak menggunakan KIS itu karena lokasi rumahnya menuju tempat pelayanan kesehatan berplat merah itu perlu memakan jarak yang tak dekat.

“Menggunakan KIS harus di Puskesmas. Sedangkan lokasinya lumayan jauh, jadi saya memilih pelayanan bidan saja,” tuturnya.

A mengaku jika berobat ke bidan yang berada di desanya ia harus mengeluarkan uang. Lantaran, bidan tersebut tidak melayaninya di tempat pelayanan kesehatan.

“Di Puskesmas menggunakan KIS itu tidak bayar. Tapi kalau di prakteknya bidan itu tidak bisa menggunakan KIS, tapi yang jadi masalah saya jarak dari rumah saya ke Puskemas itu jauh. Jadi harus bayar,” ucapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai keluhan tersebut kepada pihak Puskesmas Bojonggenteng, belum juga ada jawaban.

Reporter: Syahrul | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026
PWI Sukabumi Buka Ruang Kolaborasi, Ajak IJTI Perkuat Ekosistem Pers
Nanan Apon Diganjar IJTI Award, Minisoccer Sangrawayang Jadi Wadah Potensi Anak Muda
Hadiri Muskorda IJTI, SMSI Sukabumi Raya Dorong Kolaborasi Pers DigitalĀ 
DLH Sukabumi Perkuat Pengawasan Lingkungan, Pelaku Usaha Diminta Taat Aturan
Traktor Bantuan Petani Cidadap Berpindah Wilayah, Setahun Kemudian Ditemukan Rusak
Pasokan Solar Nelayan Palabuhanratu Disanggupi 240 KL, HNSI Minta Fleksibel saat Darurat
DMCG Gandeng Tzu Chi Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, 500 Warga Sukabumi Terlayani

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 13:54 WIB

Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026

Minggu, 27 September 2026 - 09:59 WIB

PWI Sukabumi Buka Ruang Kolaborasi, Ajak IJTI Perkuat Ekosistem Pers

Minggu, 27 September 2026 - 06:48 WIB

Nanan Apon Diganjar IJTI Award, Minisoccer Sangrawayang Jadi Wadah Potensi Anak Muda

Sabtu, 26 September 2026 - 18:56 WIB

Hadiri Muskorda IJTI, SMSI Sukabumi Raya Dorong Kolaborasi Pers DigitalĀ 

Jumat, 25 September 2026 - 20:49 WIB

DLH Sukabumi Perkuat Pengawasan Lingkungan, Pelaku Usaha Diminta Taat Aturan

Berita Terbaru

HEADLINE

Temuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Gegerkan Warga Ciambar

Selasa, 29 Sep 2026 - 18:10 WIB

HEADLINE

Warga Nagrak Meregang Nyawa di Dalam Sumur

Selasa, 29 Sep 2026 - 18:07 WIB