JURNALSUKABUMI.COM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukabumi bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada kelompok keagamaan atau yayasan di Aula Kejari Kabupaten Sukabumi, Minggu (04/04/21).
Dalam acara tersebut hadir Kepala Kejari Kabupaten Sukabumi Bambang Yunianto, Ketua BAZNAS Kabupaten Sukabumi, Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sukabumi Andreas Tarigan, Kepala Seksi Intelejen Kejari Sukabumi Aditia Sulaeman, Dachlan Gozali Wakil Ketua I, H. Endin Badrudin Usman Wakil Ketua II, Atot Sugiri Wakil Ketua III, dan M. Taufik Wakil Ketua IV.
Kepala Kejari Kabupaten Sukabumi Bambang Yunianto mengatakan, pelaksanaan Bimtek bersama BAZNAS Sukabumi Alhamdulillah berjalan dengan tujuan bahwa Bimtek ini sebagai pendampingan kepada kelompok atau yayasan penerima manfaat hibah sarana prasarana keagamaan di Kabupaten Sukabumi.
“Bimtek ini merupakan komitmen kejaksaan dalam memberikan pembekalan dan materi pentingnya administrasi dan pertanggungjawaban,” ungkap Bambang kepada jurnalsukabumi.com.
Menurut Bambang, pemateri Bimtek ini diharapkan kepada seluruh penerima manfaat bisa memanfaatkan dengan cepat, tepat dan akurat. Namun yang paling penting adalah terus memperhatikan tertib administrasi.
“Kami ingin dengan kegiatan ini terus menjadikan sinergisitas bersama sesuai dengan visi misi Sukabumi yang religius dan Kejari bersama para ulama,” katanya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sukabumi Unang Sudarma mengatakan, kegiatan Bimtek dengan Kejari Kabupaten Sukabumi ini adalah lanjutkan kerjasama BAZNAS dengan Kejari pada beberapa waktu lalu, kaki ini ada ratusan penerima manfaat hibah melalui BAZNAS diberikan pembekalan. dan penerangan hukum.
“Alhamdulillah, terimakasih kepada Kejari Kabupaten Sukabumi dan tim bisa terlaksananya Bimtek yang rencana tiga hari ke depan,” jelasnya.
Kegiatan Bimtek penerima kelompok keagamaan dan yayasan ini untuk mengetahui bagaimana mempertanggungjawabkan hibah itu sendiri.
“Materi Bimtek ini bukan hanya dari Kejari Kabupaten Sukabumi. Tapi kami juga melibatkan tenaga ahli secara independen, ke depannya kelompok penerima bisa mengerti bagaimana mengelola dan mempertanggungjawabkan,” tandasnya.
Reporter: Ifan | Redaktur: FK Robbi












