JURNALSUKABUMI.COM – Terbiasa dengan pekerjaan dan kegiatan yang luar biasa ketika muda, seorang kakek di Desa Cihamerang, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi menekuni usaha ternak burung puyuh.
Jojo Suharjo (70) merupakan pensiunan dari Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), untuk mengisi waktu pensiunnya memelihara burung puyuh. Mulai dari merawat kebersihan kandang, memberi pakan dan menyortir burung puyuh untuk dijual.
Terbilang baru merintis, kurang lebih ada 110 ekor burung puyuh di kandangnya.
Seperti yang disampaikan kakek jojo kepada jurnalsukabumi.com ketika di peternakannya.
“Sekarang, total jumlah burung puyuh baru 110 ekor, dengan 100 betina dan 10 jantan. Dalam waktu dekat ini insya Allah saya akan menambah lagi jumlah burung puyuhnya agar bisa terus berkembang lagi” ujarnya.
Lanjut ia, dalam situasi pandemi seperti ini tentunya tidak sedikit yang harus kehilangan pekerjaannya atau banyak yg mempunyai waktu lebih dirumahnya, beternak burung puyuh tentu bisa menjadi salah satu solusi apalagi yang pensiunan.
Untuk harga burung puyuh yang siap telur yaitu sekitar 15 ribu per ekor. Untuk telur puyuh sekitar 35/40 ribu per kg. Harga telur bisa berubah biasanya tergantung harga pakan.
“Proses bertelur, satu ekor burung puyuh setiap hari menghasilkan satu telur, dengan pengambilan telur di sore hari dan pagi hari berikutnya biasanya burung puyuh sudah bertelur kembali,” katanya.
“Kami berharap, kedepannya bisa mempunyai burung puyuh lebih banyak lagi supaya bisa terus berkembang dan menjadi motivasi untuk pengusaha muda terutama yang ingin menekuni ternak burung puyuh,” tandasnya.
Reporter: Inda Sri Mulya || Redaktur: FK Robbi












