DPRD Jabar H.A. Sopyan Sambut Baik Program 1.000 Petani Milenial di Jabar

Selasa, 19 Januari 2021 - 12:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menggagas program 1000 petani milenial, mendapatkan sambutan baik dari Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat (Jabar), H. A Sopyan, BHM mendukung dalam rangka menumbuhkan milenial yang berperan menjaga ketahanan pangan.

Menurut legislator Jawa Barat asal Sukabumi ini, jika dilihat dari statistik data petani di Jawa Barat sekitar 3,2 juta jiwa, hanya 30 persen atau 900 ribu yang merupakan dari kalangan pemuda atau milenial.

“Banyak potensi yang memang untuk lahan pertanian di Jawa Barat ini, bukan hanya pada sektor pertanian padi, tapi potensi lainnya yang memang bisa digarap oleh milenial,” ungkap H.A Sopyan BHM, kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (19/01/21).

Menurut mantan Ketua KTNA Jawa Barat ini, jika melihat demografi di Jawa Barat ini 70 persen warga tinggal di pedesaan, tentunya hal ini akan menjadi daya ungkit untuk menggenjot potensi petani milenial.

“Yang paling penting adalah selain membentuk 1000 petani milenial, tapi bagaimana memberikan edukasi dan pendampingan kepada petani milenial ini bisa melakukan terobosan menjadi petani yang berdaya saing,” jelasnya.

Diharapkan dengan ribuan petani milenial ini bisa menciptakan dan merubah tatanan dan mindset keberadaan petani itu sendiri. Bukan hanya padi, tapi potensi lain yakni kopi, palawija, vanili dan pertanian lainnya.

“Mari rubah pola pikir saat ini menjadi petani adalah mulia dan menguntungkan baik secara pribadi, masyarakat dan negara. Apalagi terlibat dalam menjaga ketahanan di Jawa Barat,” pungkasnya.

Reporter: CR3 || Redaktur: FK Robbi

 

 

 

 

Berita Terkait

Usulan Revitalisasi PAUD Mandek, Asep Rizwan Siapkan Dorongan ke Dinas Pendidikan
Leni Liawati Ungkap Dampak BPJS Nonaktif, Warga Sakit Terbebani Tunggakan Rp875 Ribu
Hamzah Gurnita Bongkar Keluhan Warga soal BPJS, Sudah Bayar Denda Masih Terbebani
KDM Sebut Bisa Berobat Gratis Tanpa BPJS, DPRD Ungkap Juknis RS Belum Jelas
Dana Bagi Hasil Provinsi Turun Rp7,4 Miliar, DPRD Dorong Anggaran Fokus ke Kebutuhan Warga
Budi Azhar Minta Gubernur Segera Terbitkan Petunjuk Teknis Layanan RS Tanpa BPJS
DPRD Sukabumi Bedah Evaluasi Gubernur, Arah Belanja Perubahan APBD 2026 Kembali Dibahas
Tiga Ancaman Wilayah di HUT ke-81, Dewan Hamzah Tarik Pesan Panglima TNI ke Sukabumi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Usulan Revitalisasi PAUD Mandek, Asep Rizwan Siapkan Dorongan ke Dinas Pendidikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Leni Liawati Ungkap Dampak BPJS Nonaktif, Warga Sakit Terbebani Tunggakan Rp875 Ribu

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Hamzah Gurnita Bongkar Keluhan Warga soal BPJS, Sudah Bayar Denda Masih Terbebani

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:57 WIB

KDM Sebut Bisa Berobat Gratis Tanpa BPJS, DPRD Ungkap Juknis RS Belum Jelas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Dana Bagi Hasil Provinsi Turun Rp7,4 Miliar, DPRD Dorong Anggaran Fokus ke Kebutuhan Warga

Berita Terbaru