JURNALSUKABUMI.COM – Para pelaku budidaya ulat jerman yang tergabung dalam Komunitas Sahabat UJ menggelar acara pertemuan di Pantai Cipatuguran, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu 16 Januari 2021. Sejumlah hal terkait budidaya menjadi bahasan, termasuk rencana mentarget pasar ekspor.
Komunitas budidaya ulat jerman Sahabat UJ sudah berdiri selama lima tahun. Tepatnya sejak tanggal 14 Januari 2016.
Tujuan diadakannya komunitas ini yaitu agar para petani ulat jerman dapat bersilaturahmi dan saling berbagi pendapat dalam budidaya.
Pelopor Komunitas Sahabat UJ, Dedi Saputra, mengatakan, budidaya ulat jerman dapat membantu taraf hidup petani. Ulat jerman adalah salah satu komoditas ekspor yang dimanfaatkan untuk bahan kosmetik, obat, hingga untuk konsumsi.
“Rencananya tahun ini kami juga ingin mengadakan pelatihan untuk para petani ulat jerman. Nanti juga ada dukungan dari provinsi untuk program pemberdayaan,” kata Dedi didampingi Saepuloh dan Iwonk, staf DPRD Provinsi Jabar, H.A Sopyan BHM.
Dedi menambahkan, dukungan pemerintah sangat diperlukan dalam meningkatkan budidaya ulat jerman. Keterlibatan pemerintah dapat mempermudah pemanfaatan ekonomi dari komoditi ini.
“Ulat ini juga bisa untuk konsumsi. Proteinnya tinggi, lebih tinggi dari udang,” kata Dedi.
Para petani ulat Jerman mengharapkan dukungan dari dinas terkait agar pasar bisa meningkatkan komoditas. Tidak hanya pasar lokal tetapi juga internasional. Seperti dari Bappeda yang telah turut berkontribusi membudidaya ulat jerman ini.
“Kita akan membantu, datang ke sini melihat sejauh mana kegiatan ini. Jadi tahu plus minusnya, keinginan para petani bagaimana?Hasilnya bagaimana? Tetapi setelah meninjau saya lihat komunitas ini berpeluang baik untuk ke depannya. Insyaallah saya akan membantu untuk program pemberdayaan,” ucapnya.
Reporter: CR 4 | Redaktur: Mohammad Noor












