Dalgona Coffe Ice Anak Muda Palabuhanratu Ini Raup Omset Rp 500 ribu per Sehari

Sabtu, 9 Januari 2021 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM –  Dalgona coffee atau kopi dalgona menjadi tren minuman baru di Korea Selatan saat orang-orang sedang melakukan social distancing karena pandemi virus corona COVID-19. Orang-orang Korea membuat dalgona coffee kemudian mengunggahnya di media sosial. Sejak dari itulah Dalgona menyebar ke penjuru dunia termasuk Indonesia.

Kabar baik itu menjadi ide bagi pengusaha yang ingin mencicipi bisnis dengan berjualan dalgona di berbagai tempat yang strategis, tak terkecuali bagi pemuda satu ini.

Adalah Yandi Supriadi (20) asal Palabuhanratu. Lokasi gerai tempat Ia berjualan berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani No 2, Citepus, Kec. Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tepat depan RSUD Palabuhanratu.

“Awalnya saya melihat di sosmed banyak yang sudah berjualan Dalgona. Lalu saya belajar cara membuat dan jualan nya, kemudian memberanikan diri untuk coba buka kecil-kecilan,” kata Yandi Supriadi (20) kepada jurnalsukabumi.com, Sabtu (09/01/21).

Yandi mengaku tak percaya dalgona yang Ia jual bisa laris. Bahkan dalam 4 bulan ini, Ia bisa memperoleh omset Rp 400 ribu – Rp 500 ribu setiap harinya.

“Saya sangat bersyukur bisa sampai seperti ini,” tutur Yandi bersyukur.

Afifah Nabilah (21), seorang pelanggan Dalgona Coffe menilai bisnis minuman itu cocok dibuka di Palabuhanratu. Cuaca yang sering panas membuat banyak orang mencari minuman segar.

“Dengan harga yang terjangkau dan banyak pilihan rasa, seperti Dalgona Duren, Dalgona Red Valved, Dalgona Taro dll. Apalagi di Palabuhanratu cuaca sering panas ya minuman segar ini salah satu favorit saya,” kata Afifah (09/01/21)

Reporter: CR5 | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas
Palabuhanratu Identik Kota Ikan, Kini Nelayan Justru Makin Sulit Mendapat Tangkapan
BPOM Apresiasi Otsuka, Pabrik di Pasuruan Jadi Contoh Penerapan Keamanan Pangan Nasional
Perairan Sukabumi Diawasi Ketat Tangkal Migran Gelap hingga Kejahatan Lintas Negara
Pantai Karang Pamulang Dinilai Kian Kumuh, Wisatawan Asing Batalkan Pesanan Hotel 
Gerakan Wakaf 1 Juta Al-Qur’an Jadi Ikhtiar Perluas Syiar Islam di Sukabumi
SCG Dukung Keandalan Sistem Utilitas untuk Produktivitas Industri Manufaktur Berkelanjutan
Terminal Tipe B Palabuhanratu Jadi Potret Buram Infrastruktur Penyangga Wisata Sukabumi

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:41 WIB

Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:31 WIB

BPOM Apresiasi Otsuka, Pabrik di Pasuruan Jadi Contoh Penerapan Keamanan Pangan Nasional

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:19 WIB

Perairan Sukabumi Diawasi Ketat Tangkal Migran Gelap hingga Kejahatan Lintas Negara

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:17 WIB

Pantai Karang Pamulang Dinilai Kian Kumuh, Wisatawan Asing Batalkan Pesanan Hotel 

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:00 WIB

Gerakan Wakaf 1 Juta Al-Qur’an Jadi Ikhtiar Perluas Syiar Islam di Sukabumi

Berita Terbaru