Berwisata ke Makam Keramat Karanghawu yang Menyimpan Banyak Misteri

Sabtu, 9 Januari 2021 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pantai Karanghawu yang terletak di Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi menawarkan pesona dan keindahan alamnya. Pesona tebing karang yang menghadap ke lautan lepas menambah daya tarik.

Namun, dibalik keindahannya, Pantai Karanghawu memiliki wisata bernuansa mistis. Salah satu diantaranya adalah makam yang dikeramatkan oleh warga sekitar.

Banyak wisatawan yang datang untuk mengunjungi makam keramat ini. Konon, makam tersebut adalah petilasan Nyi Roro Kidul, Nyi Blorong, dan Eyang Gentar Bumi.

Untuk sampai ke lokasi makam keramat, pengunjung harus menempuh jalan setapak yang menanjak. Ya tentu, lokasinya berada di atas tebing karang.

Para wisatawan datang dengan beragam maksud dan tujuan. Ada yang sekadar ingin tahu, menikmati pemandangan alam sekitar, bahkan ada pula yang mengharapkan keberkahan.

Seperti yang disampaikan Dewi (40), seorang wisatawan asal Banten. Dewi dan beberapa rekannya untuk maksud tertentu.

Ia ingin mendoakan leluhurnya, serta meminta keberkahan.

“Di tempat ini mungkin saya rasakan lebih khusyuk dalam berdoa kepada tuhan, minta keberkahan untuk hidup saya,” ucap Dewi, Jumat (8/1/2021)

Dewi mengaku sudah beberapa kali datang ke makam keramat itu. “Tempatnya juga enak kan. Suasana alamnya, pemandangannya juga bagus. Jadi saya lumayan sering ke sini,” tutur Dewi.

Meski ada masyarakat yang mempercayai sisi mitos dari makam keramat di Karanghawu, cerita warga setempat menyebutkan kisah yang berbeda.

Ada juga warga yang mempercayai tempat itu bukanlah petilasan Nyi Roro Kidul, Nyi Blorong, dan Eyang Gentar Bumi. Tetapi hanya sekadar makam seorang sepuh yang dulunya menempati daerah pantai Karanghawu.

“Makam disini sebenarnya hanya makam sesepuh di daerah sini,” ujar warga pantai Karanghawu Herlianti (47).

Reporter: C4 | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas
Palabuhanratu Identik Kota Ikan, Kini Nelayan Justru Makin Sulit Mendapat Tangkapan
Perairan Sukabumi Diawasi Ketat Tangkal Migran Gelap hingga Kejahatan Lintas Negara
Pantai Karang Pamulang Dinilai Kian Kumuh, Wisatawan Asing Batalkan Pesanan Hotel 
Gerakan Wakaf 1 Juta Al-Qur’an Jadi Ikhtiar Perluas Syiar Islam di Sukabumi
Terminal Tipe B Palabuhanratu Jadi Potret Buram Infrastruktur Penyangga Wisata Sukabumi
Jangan Tertipu Jalan Lurus! Belokan Phopo Jadi Titik Rawan Kecelakaan di Cisolok
Gagal Nanjak, Truk Singkong Terguling di Sukabumi

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:41 WIB

Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:19 WIB

Perairan Sukabumi Diawasi Ketat Tangkal Migran Gelap hingga Kejahatan Lintas Negara

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:17 WIB

Pantai Karang Pamulang Dinilai Kian Kumuh, Wisatawan Asing Batalkan Pesanan Hotel 

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:00 WIB

Gerakan Wakaf 1 Juta Al-Qur’an Jadi Ikhtiar Perluas Syiar Islam di Sukabumi

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:44 WIB

Terminal Tipe B Palabuhanratu Jadi Potret Buram Infrastruktur Penyangga Wisata Sukabumi

Berita Terbaru